Jakarta –
Beberapa mitos yang dipercaya untuk menyantap makanan sehat ternyata tak semuanya benar. Ada hal-hal yang disangkal oleh ahli gizi sebab dianggap keliru.
Tren hidup sehat semakin hari kian populer. Banyak pelaku diet yang kini haus akan bahan-bahan makanan sehat dan rutin menjalankan berbagai tips yang didapatkannya.
Akibat maraknya informasi tentang gaya hidup sehat di internet, beberapa mitos disebut oleh ahli gizi tak sesuai dengan kenyataan. Ada beberapa di antaranya yang kemudian disangkal karena dianggap keliru.
Dr Carrie Ruxton selaku ahli gizi dan konsultan dari General Mills menyebut ada beberapa nutrisi yang akhirnya enggan dikonsumsi karena dianggap tak sehat. Padahal beberapa di antara mitos yang dipercaya punya peran penting untuk tubuh.
Baca juga: Banyak Pilihan! 5 Tempat Makan Enak di Tebet, Bakmi hingga Warteg Kalcer
Berikut ini 5 mitos makanan sehat yang disangkal ahli gizi melansir Independent:
Ahli gizi sebut sarapan tak melulu tentang makan setelah bangun tidur. Foto: Getty Images/puhimec |
1. Cara sarapan yang tepat
Banyak disebutkan bahwa sarapan adalah waktu makan paling penting sepanjang hari. Tetapi Ruxton menyebut ada cara sarapan yang penting untuk diperhatikan ketika bangun tidur.
Walaupun menyantap sarapan seperti sereal baik untuk memenuhi nafsu makan, tetapi Ruxton punya cara yang berbeda. Selain karena alasan Intermittent Fasting yang dijalani, Ruxton memilih untuk tak langsung makan setelah bangun tidur.
Ia mengaku baru makan ketika pukul 11 siang, sepanjang pagi kudapan sehat yang ringan lebih dipilihnya. Seperti minuman-minuman rendah kalori untuk membantu membangunkan tubuhnya terlebih dahulu.
2. Pentingnya konsumsi serat
Selama ini serat hanya dipercaya sebagai asupan untuk membantu kelancaran pencernaan. Sebenarnya peran serat pada tubuh manusia jauh lebih kompleks.
Beberapa bukti dari hasil penelitian menunjukkan serat tak hanya membantu pergerakan perut saja. Tetapi ada peran untuk mengendalikan gula darah melalui asupan serat yang cukup.
“Serat membantu membuat mikrobiota usus lebih sehat. Bakteri yang hidup di dalam usus dan dapat meningkatkan fungsi imun, suasana hati, oetan, juga penyerapan kalsium,” ungkap Ruxton.
Mitos makanan sehat yang tak lagi harus dipercaya ada di halaman berikutnya.
3. Smoothie tak cukup sehat
Pada beberapa penggunaan media sosial, terutama di Barat, ada tren menggunakan monitor gula darah untuk memantau kadarnya secara rutin. Beberapa orang menunjukkan bahwa gula darahnya melonjak saat konsumsi smoothie.
Begitupula dengan penemuan dari hasil penelitian One SOka University of America, yang melihat konsumsi jus buah lebih tinggi kadar gulanya daripada buah utuh. Tetapi Ruxton tak sepenuhnya setuju.
Menghaluskan buah dan memakan serta bagian bijinya, seperti jus buah berry, justru membantu memperlambat penyerapan gula darah. Ruxton juga mengatakan bahwa pemeriksaan gula darah pada ujung jari jauh lebih efektif daripada menggunakan monitor pemantau.
4. Larangan minum teh sebelum tidur
Larangan minum teh sebelum tidur ternyata juga hanya mitos semata. Foto: Getty Images/puhimec |
Banyak yang berpendapat bahwa konsumsi teh tak sebaiknya dilakukan sebelum tidur. Alasannya karena adanya kandungan kafein di dalam teh yang dikhawatirkan mengganggu kualitas tidur.
Perdebatan bahwa konsumsi teh maksimal dilakukan 6 jam sebelum tidur juga terus berlangsung. Faktanya pada penelitian tahun 2023 ada hasil yang berbanding terbalik.
Konsumsi teh hitam dan teh herbal cenderung memiliki kualitas tidur yang lebih baik. Hal tersebut karena pengaruh L-Theanine dan polifenol yang dapat memberikan rasa relaksasi.
5. Karbohidrat tak selamanya buruk
Hampir semua pola diet sehat yang dapat ditemukan di internet menyebut tidak menyarankan konsumsi karbohidrat. Asupan karbohidrat bahkan digolongkan sebagai makanan tinggi kalori yang perlu diwaspadai.
Padahal Ruxton menyebut pentingnya karbohidrat tetap harus dipenuhi untuk tubuh. “Sebenarnya mereka (karbohidrat) memiliki takaran kalori paling rendah per sajinya,” ungkap Ruxton.
Demonisasi karbohidrat sebagai asupan yang sehat disebabkan oleh pilihan jenis dan pendampingnya. Karbohidrat yang kurang sehat misalnya pada burger yang dipadu daging berlemak, saus, dan topping yang tinggi kalori.
(dfl/odi)
![]() |
| Source : unsplash.com / Anna Pelzer |
![]() |
| Source : unsplash.com / Anna Pelzer |
![]() |
| Source : unsplash.com / Anna Pelzer |
![]() |
||||
Source : unsplash.com / Lily Banse
![]() Bolehkah Makan Telur Setiap Hari? Begini Kata Ahli
Jakarta – Telur merupakan salah satu sumber protein yang harganya paling terjangkau dari sumber protein lainnya, seperti daging, unggas, atau ikan. Selain itu, telur juga serbaguna karena bisa dimakan dan ditambah untuk makanan. Tapi, apa yang terjadi jika kita keseringan makan telur? Apakah aman jika dimakan setiap hari? Simak penjelasan hingga kandungan nutrisinya. Apakah Boleh Makan Telur Setiap Hari?Telur boleh dimakan setiap hari. Dilansir laman Medical News Today, konsumsi 1-3 butir telur per hari bisa memberikan beberapa manfaat kesehatan bagi tubuh. Namun, hal ini bisa bervariasi pada setiap orang.
Telur merupakan protein yang sangat bergizi jika kita menikmatinya setiap hari. Pasalnya, telur mengandung banyak protein, vitamin, dan nutrisi yang bermanfaat dalam membantu membuat merasa kenyang dan bertenaga untuk menjalani hari. Mengutip Eating Well, meski demikian, telur juga banyak mengandung lemak jenuh dan kolesterol. Jadi, bagi mereka yang mengidap penyakit jantung atau berisiko tinggi mengalaminya perlu waspada dalam mengkonsumsi telur. Seseorang dengan penyakit jantung, perlu membatasi makan kuning telur. Jika suka makan telur setiap hari, lebih banyak menikmati putih telur bisa jadi pilihan yang baik. Oleh karena itu, Dietary Guidelines for Americans merekomendasikan agar mereka bisa berusaha menjaga asupan kolesterol serendah mungkin sambil mempertahankan pola makan yang seimbang. Telur mungkin mengandung kolesterol dalam jumlah yang relatif tinggi. Namun, telur tidak punya dampak besar pada kadar kolesterol secara keseluruhan. Makannya, pilihannya bisa makan putih telurnya saja karena tidak mengandung kolesterol. Nutrisi TelurDepartemen Pertanian Amerika Serikat (USDA), mencatat bahwa satu butir telur utuh berukuran besar mengandung nutrisi:
Cara Makan Telur yang Baik dan BenarSelain terjangkau, telur juga mudah dimasukkan dalam menu makanan. Cara yang baik untuk makan telur adalah direbus tanpa garam. Telur kaya akan omega-3. Apalagi kalau telur tersebut bersumber dari peternakan bebas cenderung menjadi telur yang paling sehat. Namun, sejatinya tidak jelas apakah ada batas berapa banyak telur yang bisa dimakan seseorang per hari. Perlu penelitian lebih lanjut di bidang ini untuk memberikan kejelasan. Tapi, saat orang tidak memiliki masalah kesehatan yang perlu dikhawatirkan, maka mereka bisa mengkonsumsi telur dalam jumlah sedang. Hal ini mungkin mungkin tidak memiliki efek apa pun pada kadar kolesterol tubuh mereka. (khq/fds) ![]() Hanya Makan Ayam Panggang, Pria Ini Ngaku Turun BB 4,9 Kg Jakarta – Pria ini hanya makan ayam panggang sejak awal 2025. Efeknya, berat badan dia turun 4,9 kg tetapi bisa berisiko bahaya karena alasan ini. Proses menurunkan berat badan bukanlah hal mudah. Sebagian orang rela melakukan diet ketat dengan hanya mengonsumsi makanan tertentu dan berolahraga penuh. Sayangnya tidak semua orang melakukan diet yang benar, dalam artian mengonsumsi makanan bergizi seimbang. Banyak juga yang hanya mengonsumsi satu jenis makanan tertentu.
Melansir nypost.com (13/02/2025), pria itu mengaku hanya makan ayam panggang utuh dalam satu hari. Ayam panggangnya didapat dari berbagai tempat, mulai dari supermarket hingga restoran kelas atas. James tertarik mencoba pola makan ini usai melihat temannya makan ayam utuh dan menghabiskan semua bir dalam satu waktu.
Hal itu menginspirasi Jame Ellis untuk mencobanya, tetapi tanpa diimbangi minum bir. Setelah temannya mendukung, James akhirnya menjalani pola makan ini dan mengunggah perjalanannya di media sosial. Mengonsumsi ayam panggang utuh setiap hari mungkin terdengar mengerikan, tetapi pria ini mengaku tidak memiliki masalah kesehatan. Ia juga tidak khawatir tentang kemungkinan masalah kesehatan yang akan didapat dengan menjalani pola makan ini. Pasalnya, pola makan sebelumnya menurut James lebih buruk. “Saya pernah makan McDonald’s dan makanan diet cepat saji lalu merokok 20 batang sehari selama satu dekade. Saya belum mati. Saya tidak yakin ayam menyebabkan hal tersebut,” jelasnya. James mengaku pola makan ini yang ia padukan dengan olahraga gym dan lari berhasil membuat berat badannya turun sebanyak 4,9 kilogram sejak awal 2025. Meskipun menurutnya tidak ada kemungkinan masalah kesehatan, seorang dokter yang disebut situs Nypost mengatakan hal lain.
Menurut dokter, konsumsi ayam utuh berlebihan dalam jangka panjang dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan. Dr. Zac Turner berpendapat makan yam panggang utuh setiap hari selama setahun bisa menimbulkan risiko sistematik dan fisiologis yang signifikan. Meskipun makan ayam panggang utuh juga ada potensi manfaatnya, tetapi hanya jangka pendek. Dr. Turner menyarankan setiap orang harus mengonsumsi sekitar dua gram protein untuk setiap kilogram lemak tubuh. Jangan lupa didimbangi dengan hidrasi yang cukup, olahraga, dan mikronutrien yang seimbang. “Jika asupan protein ingin ditingkatkan, hal itu harus dilakukan secara strategis dan moderat, dengan memastikan pola makan seimbang dengan serat cukup, antioksidan, dan berbagai zat gizi mikro untuk mencegah penyakit jangka panjang,” jelasnya. (aqr/adr) ![]() Waspada! Gegara Kebiasaan Ini Tubuh Jadi Alergi Daging Jakarta – Pola makan sangat berpengaruh pada kebiasaan tubuh menentukan proses pencernaannya. Bahkan ada satu kondisi yang disebut dapat membuat tubuh alergi daging. Ada banyak jenis alergi makanan di dunia yang diidap setiap individu dengan kondisi tubuh khusus. Pengaruh sindrom hingga imunitas yang berbeda-beda membuat seseorang tak bisa menerima asupan makanan tertentu secara spesifik. Misalnya makanan laut seperti udang, kerang, olahan susu layaknya keju, yogurt, dan masih banyak lagi dapat menimbulkan reaksi alergi yang berbeda-beda juga. Tetapi BBC (11/3) mengatakan bahwa ada kondisi di mana tubuh akan tiba-tiba alergi dengan makanan yang sebelumnya terasa aman untuk dikonsumsi.
Menurut data dari pemerintah Inggris, konsumsi daging sapi, babi, hingga domba menurun sebanyak 62% jika dibandingkan dengan tahun 1980 dan 2022. Ada beberapa hal yang disebut menjadi dasar fenomena ini, salah satunya adalah kenaikan harga yang signifikan.
Namun untuk mengetahui faktornya lebih lanjut, ternyata ada eksperimen yang dilakukan. Yakni dengan memantau kebiasaan makan atau pola diet dari partisipan yang dianggap mewakili subjek penelitian yang ingin dituju. Ditemukan bahwa orang yang pernah menjadi vegetarian atau vegan akan mengalami perubahan pada saluran pencernaannya. Mereka yang sudah lama tidak mengonsumsi daging dilaporkan mengalami gejala aneh saat mengonsumsi daging kembali. Seperti perut yang kembung, mual, kram perut, hingga beberapa gejala yang menunjukkan terjadinya alergi. Seorang profesor asal Amerika Serikat menyebut adanya penyesuaian proses pencernaan menjadi dasarnya, tetapi tetap butuh pengamatan khusus. “Bukti yang kurang tidak bisa menyatakan bahwa penelitian ini sudah benar-benar terbukti. Kami tidak selalu langsung puasa, hanya butuh beberapa hal yang harus dilakukan untuk melihat efeknya jauh lebih dalam,” ujar Sander Kersten, profesor nutrisi di Cornell University, Amerika Serikat.
Sejauh ini kondisi tubuh yang tiba-tiba alergi terhadap daging hanya dapat dijelaskan melalui sindrom Alpha-gal. Artinya sistem imun akan menerima protein hewan yang masuk sebagai sebuah serangan yang dapat memicu anaphylaxis hingga kematian. Kersten menjelaskan lebih lanjut, dari hasil penemuannya, kondisi yang paling terasa menyakitkan akan dialami orang yang menghindari protein hewani sama sekali. Ketika ia kembali mengonsumsinya bahkan untuk kadar yang sedikit saja dapat memicu gejala sakit secara fisik maupun ketidakstabilan emosi. Tetapi disebutkan pula bahwa peluang tubuh lupa untuk mencerna daging sangat kecil. Daging dianggap sebagai makanan lain seperti buah-buahan, sayuran, maupun kacang-kacangan yang sama-sama memiliki kandungan serat. Ada mikroba dan enzim dalam saluran pencernaan yang akan tetap mengenali daging sebagai bahan makanan yang harus dicerna. Kondisi alergi protein hewan yang paling besar terjadi bukan dari daging, melainkan kondisi sensitif terhadap laktosa yang akan kesulitan menerima protein hewan melalui susu dan produk turunannya. (dfl/odi) Catat! Ini 5 Pantangan Makanan untuk Usia 50 tahun ke Atas
Jakarta – Makanan memainkan peran penting seiring bertambahnya usia. Karena itu, ada sejumlah makanan yang harus dihindari oleh orang berusia 50 tahun ke atas sebagai upaya menjaga kesehatan secara menyeluruh. Menginjak usia 50 tahun, tubuh mengalami banyak perubahan. Dilansir Healthline, sistem metabolisme menurun sehingga tubuh jadi kurang toleran dan sulit memproses makanan yang berlebih. Tubuh menyimpan lebih banyak lemak setelah usia 50 tahun. Karenanya, orang lansia lebih rentan mengalami kenaikan berat badan. Massa dan kekuatan otot berkurang seiring proses penuaan serta risiko pengeroposan tulang juga meningkat.
Dengan berbagai perubahan yang terjadi, lansia tidak boleh lagi sembarang mengkonsumsi makanan. Berikut daftar pantangan makanan untuk orang berusia 50 tahun ke atas. Makanan yang Harus Dihindari oleh Orang Usia 50 Tahun ke AtasAda sejumlah makanan yang mesti dipantang oleh orang yang sudah menginjak 50 tahun ke atas untuk menjaga kesehatannya. Berikut deretan makanannya, dikutip dari Health Times dan AARP: 1. Makanan OlahanMakanan olahan (processed food/ultra-processed food) perlu dihindari oleh lansia. Orang dengan usia berapa pun juga harus mengurangi jenis makanan ini. Hal itu karena makanan olahan biasanya mengandung gula, garam, lemak jenuh yang tinggi, serta bahan tambahan seperti pengawet dan pewarna. Kandungan nutrisi dalam makanan olahan juga rendah. Terlalu sering konsumsi makanan olahan pun telah dikaitkan dengan berbagai masalah kesehatan, mulai dari tekanan darah tinggi, stroke, penyakit jantung, menurunnya sistem kekebalan tubuh, dan kesehatan pencernaan memburuk. Yang termasuk makanan proses dan ultra-proses: roti kemasan, camilan kemasan, makanan kaleng, mie instan, daging olahan seperti nugget dan sosis, makanan cepat saji, serta minuman dan jus kemasan. 2. GorenganGorengan atau makanan yang digoreng dengan minyak seringkali mengandung lemak jenuh yang tinggi. Orang berusia 50 tahun ke atas yang masih kerap mengkonsumsi ini akan berdampak buruk pada kolesterol darah. Konsumsi gorengan berlebih dapat meningkatkan risiko berbagai masalah kesehatan, di antaranya penyakit jantung dan stroke. Selain itu, gorengan juga menyimpan kalori yang cukup banyak. Sementara lansia dianjurkan untuk mengurangi asupan kalori harian. 3. Makanan ManisMakanan manis mesti dihindari oleh orang berusia 50 tahun ke atas lantaran dapat berbahaya. Hal ini karena kelebihan gula bisa memberikan tekanan pada organ seperti pankreas dan hati yang dapat meningkatkan kadar gula dan trigliserida darah. Gula juga menaikkan risiko terkena penyakit kardiovaskular dan diabetes seiring bertambahnya usia. Makanan manis yang mengandung tinggi gula juga bisa menimbulkan dan memperburuk peradangan pada tubuh. 4. Makanan Tinggi GaramOrang di atas 50 tahun umumnya memiliki tekanan darah yang tinggi. Makanan dengan kandungan garam dalam jumlah besar adalah “musuh” yang harus dihindari. Hal ini karena garam bisa mengikat cairan sehingga meningkatkan volume darah. Asupan garam harian perlu dibatasi, yaitu maksimal 2.300 miligram untuk usia 50 tahun ke atas. Dan maksimal 1.500 miligram per hari atau setara dengan satu sendok teh (1 sdt) jika termasuk kelompok risiko tinggi. Terlalu banyak konsumsi garam juga dapat meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke. 5. AlkoholAlkohol minuman maupun dalam makanan juga mesti dihindari. Sebab, lansia lebih rentan terhadap dampak negatifnya. Konsumsi alkohol berisiko menyebabkan dehidrasi dan bisa mempengaruhi cara kerja obat-obatan yang sedang rutin diminum. Alkohol juga dapat mengganggu kualitas tidur dan meningkatkan tekanan darah. Selain itu, bisa menyebabkan hipoglikemia pada pengidap diabetes. Nah, itu tadi sederet pantangan makanan dan minuman untuk orang usia 50 tahun ke atas. (azn/fds) 9 Sayuran untuk Diet, Pilih yang Rendah Kalori dan Kaya Nutrisi
Jakarta – Untuk diet menurunkan berat badan, defisit kalori harus dicapai. Salah satu caranya dengan mengurangi asupan kalori dari makanan yang disantap. Mengisi setengah piring makan dengan lauk sayuran termasuk cara sederhana dan efektif untuk mencapai berat badan ideal. Karena secara umum, sayuran rendah kalori tapi tinggi air dan serat yang bantu pelaku diet merasa kenyang lebih lama. Di samping itu, sayuran kaya vitamin dan mineral yang dukung asupan nutrisi harian serta menawarkan manfaat bagi kesehatan, sehingga sangat cocok untuk turunkan berat badan. Lantas, apa saja sayuran yang bagus untuk diet?
9 Sayuran Rendah Kalori untuk DietDilansir EatingWell dan Health, berikut sejumlah sayuran untuk diet yang rendah kalori sehingga bantu menurunkan berat badan: 1. Kembang KolKembang kol mengandung sekitar 23 kalori saja per 100 gramnya (g), dengan 2,3 g serat dan 1,8 g protein. Sayuran ini juga tinggi vitamin C dan senyawa sterol atau stanol yang bisa menurunkan kadar kolesterol “jahat” (LDL) untuk dukung kesehatan jantung. Kembang kol termasuk sayuran yang cukup sering dimasak di Tanah Air. Bisa diolah menjadi sayur dan tumisan lezat, atau cukup dikukus sebagai lauk pendamping. 2. KubisKubis atau biasa disebut kol sering dicocol ke sambal sebagai lalapan segar. Sayuran ini ternyata bagus sekali untuk diet karena rendah kalori dan tinggi serat. Di dalamnya menyimpan sekitar 1,7 g serat dan 17,5 kalori saja per ukuran 70 gramnya. Menurut penelitian, kubis bisa menurunkan risiko terkena penyakit kardiovaskular. Kalau bosan dijadikan lalapan, sayuran ini dapat diolah menjadi tumisan sederhana yang nikmat. 3. BayamSayur bayam sekitar jadi menu pilihan untuk diet turunkan berat badan. Sebab di dalam 100 gramnya terdapat sekitar 23 kalori saja. Kandungan air dalam bayam juga tidak main-main, sekitar 91 persen, sehingga bantu menghidrasi tubuh. Sayuran berdaun hijau ini juga mengandung vitamin A, C, dan tinggi vitamin K. Selain diolah sayur bening, bayam bisa ditumis atau direbus untuk dicampur ke dalam salad. 4. WortelSayuran berwarna oranye ini rendah kalori dan tinggi serat. Di dalam 50 g wortel memuat 17 kalori dan 1,5 gram serat. Gula alami yang terkandung di dalamnya memberi rasa manis saat sayuran ini disantap mentah maupun dijadikan salad. Studi tahun 2021 menunjukkan konsumsi wortel yang sering dapat menurunkan indeks massa tubuh (BMI) dan tingkat obesitas. Ditambah lagi, sayuran oranye ini menyimpan beta-karoten tinggi yang mengurangi risiko diabetes tipe 2. 5. BuncisDi dalam 70 gram buncis mengandung 22 kalori dengan serat 2 g. Kadar seratnya yang cukup tinggi bisa membuat pediet merasa kenyang lebih lama sehingga dapat mengurangi porsi makan. Sayuran panjang berwarna hijau ini termasuk sumber vitamin C dan A yang baik. Termuat juga vitamin K, kalsium, magnesium, dan kalium yang bantu menjaga kesehatan jantung. Buncis dapat ditumis bersama tempe atau diolah menjadi sayur bersama sayuran lain. 6. BrokoliBrokoli tidak hanya rendah kalori tetapi juga menyimpan serat dan protein tinggi. Di dalam 80 g sayuran ini terdapat sekitar 2,6 g serat dan 1,9 protein. Kandungan airnya yang tinggi bisa bantu membuat kenyang, serta vitamin C dan K di dalamnya juga menyehatkan. Sayuran silang ini bisa dinikmati dengan dibuat tumisan, sayur bening, atau hanya direbus untuk disantap langsung. Usahakan tidak memasak brokoli sampai layu sekali, agar kandungan nutrisi dan tekstur renyahnya tetap terjaga. 7. SeladaKalau cari sayuran berkalori paling rendah, maka selada jawabannya. Di dalam 100 gramnya saja mengandung sekitar 15 kalori. Meski begitu, kandungan seratnya juga cukup rendah, hanya 1,3 g. Tapi sayuran berdaun hijau ini tinggi folat lho. Selada paling nikmat disantap mentah untuk dijadikan lalapan segar atau diselipkan dalam sandwich. Sering kali pula sayuran ini dicampurkan dalam salad sayuran. 8. Timun JepangTimun Jepang atau zucchini termasuk sayuran yang dapat dipilih untuk diet turunkan berat badan, sebab terdapat sekitar 17 kalori per 100 g ukurannya. Sayuran ini juga mengandung antioksidan lutein dan zeaxanthin yang dukung kesehatan mata dan menurunkan risiko gangguan penglihatan. Zucchini kerap ditambahkan dalam salad bersama sayuran lain. Namun bisa pula dijadikan acar, ditumis, dibuat sup, maupun dipanggang di atas teflon. 9. EdamameEdamame populer dijadikan camilan sehat, terutama bagi pelaku diet untuk mencapai berat badan idealnya. Meski kalorinya cukup tinggi, tapi kacang-kacangan ini merupakan sumber serat dan protein sehingga menjadikannya opsi camilan mengenyangkan. Di dalam 80 gramnya menyimpan lebih dari 9 g protein, 4 g serat, dan 112 kalori. Protein diketahui cocok untuk diet karena meningkatkan hormon rasa kenyang dan menaikkan jumlah kalori yang dibakar tubuh setiap harinya. Nutrisi tersebut juga mencegah penurunan massa otot yang bantu menjaga fungsi metabolisme. Nah, itu tadi sederet sayuran untuk diet yang bantu menurunkan berat badan. Sayuran sebaiknya diberi gula, garam, dan lemak secukupnya serta tidak diolah terlalu lama untuk mempertahankan kandungan gizinya. (row/row) |



























