Jakarta –
Susu kerap jadi andalan untuk menu sahur praktis mengenyangkan. Namun, minum susu sebaiknya tidak berlebihan karena dapat memicu efek samping yang mengganggu kesehatan.
Susu, terutama susu sapi, merupakan salah satu sumber nutrisi penting buat tubuh termasuk kalsium, protein, dan vitamin D. Kebanyakan orang menjadikan susu sebagai pelengkap nutrisi harian atau menu sahur selama bulan puasa.
Melansir dari Medical News Today, dalam 244 milliliter (ml) susu sapi (whole milk) mengandung 7,9 gram (g) lemak; 7,7 g protein; 12,3 g gula; 276 miligram (mg) kalsium; 322 mg kalium; dan 3,2 microgram (mkg) vitamin D.
Melihat nutrisinya, susu memberikan manfaat buat kekuatan tulang, kesehatan otak, serta pembentukan otot.
Meski demikian, minum susu perlu diatur porsinya. Dalam sehari, konsumsi susu cukup 1-3 gelas tergantung usia dan kebutuhan asupan.
Jika terlalu banyak, minum susu malah bisa memicu sejumlah masalah. Apa saja?
1. Lelah dan lesu
Minumm susu bisa memicu lelah dan lesu. Foto: Getty Images/simon2579 |
Susu mengandung kalori yang bisa menjadi sumber tenaga. Namun, jika terlalu banyak, susu malah bisa memicu kelesuan dan kelelahan luar biasa.
Mengutip Times of India, kasein A1 pada susu sapi kadang bisa memicu peradangan pada lapisan usus dan mengganggu keseimbangan mikroba. Oleh karenanya, orang yang alergi susu dianjurkan untuk minum varian susu A2.
2. Sulit fokus
Jika Anda susah fokus dan bermasalah dengan memori, bisa jadi Anda terlalu banyak minum susu.
Menurut ahli, kandungan kasein dalam jumlah tinggi bisa mengelabui reseptor otak tertentu dan mengeluarkan sinyal palsu. Beberapa orang juga berkata bahwa konsumsi susu berlebihan bisa menyebabkan masalah kesehatan mental seiring bertambah usia.
3. Bintik merah hingga ruam
Minum susu juga bisa muncul karena anyak minum susu. Foto: Getty Images/PonyWang |
Breakout atau jerawat parah biasanya timbul saat kulit tidak cocok dengan kandungan produk skincare. Ternyata, breakout juga bisa muncul saat terlalu banyak minum susu.
Selain jerawat, pada kulit juga bisa ditemukan bintik-bintik merah dan ruam.
Hal ini bisa disebabkan konsumsi susu berlebihan memicu perubahan hormon. Namun, hal ini belum diteliti lebih lanjut.
4. Masalah pencernaan
Minum susu juga bbisa sebabbkan perut kembung. Foto: iStock |
Susu bisa mengenyangkan tanpa harus menambah asupan makanan lain. Hanya saja, saat porsinya berlebihan, susu bisa mengakibatkan kembung, mual dan rasa tidak nyaman di perut.
5. Tulang rapuh
susu juga bisa bikin masalah tulang lebih rapuh. Foto: Getty Images/PeopleImages/Ist |
Dalam jumlah yang wajar, minum susu memang bisa menguatkan tulang. Sebaliknya, ketika porsinya berlebihan, susu malah membuat tulang jadi rapuh dan kepadatannya berkurang.
Studi BMJ yang diterbitkan pada 2014 menemukan bukti bahwa pria lansia yang minum sangat sedikit susu cenderung tidak mengalami patah tulang atau radang dibanding wanita yang cukup minum susu.
Artikel ini sudah tayang di CNN Indonesia dengan judul “Jangan Terlalu Banyak, Ini 5 Efek Samping Minum Susu Berlebihan”
(aqr/adr)
![]() |
||||||||||||||||||||||||||||||||||
Source : unsplash.com / Anna Pelzer
4 Tips Makan Sahur untuk Penderita GERD agar Puasa Lancar Jakarta – Penderita GERD perlu memperhatikan asupan makanan sehari-hari, termasuk saat sahur dan buka puasa. Coba tiru 4 tips makan sahur dari dokter ini agar puasa lancar dan penyakit tidak kambuh. Asupan sahur penting diperhatikan oleh penderita gastroesophageal reflux disease (GERD). Jika salah mengonsumsi makanan, bukan tidak mungkin gejala GERD muncul hingga menyebabkan ketidaknyamanan. Dokter spesialis penyakit dalam konsultan gastroenterologi dan hepatologi Ari Fachrial Syam menyebut, santap sahur fungsinya mirip dengan sarapan. Oleh karena itu, Anda dilarang melewatkan santap sahur selama berpuasa.
“Sahur itu sangat penting. Jangan karena malas bangun, terus Anda sengaja melewatkan sahur. Jangan sampai begitu,” kata Ari dalam webinar yang digelar FK UI terkait GERD saat puasa Ramadhan, Jumat (31/3). Orang dengan GERD juga tak boleh sembarangan memilih menu sahur. Jika salah langkah, penyakitnya bisa kambuh. “Jadi tidak boleh asal sahur saja, misal makanan sahurnya tidak dijaga, jadi sama saja. Sahur atau tidak sahur kalau salah langkah, ya, GERD kambuh juga,” kata dia. Lantas, bagaimana tips menjalani sahur bagi penderita GERD agar tidak kambuh? 1. Hindari makanan berlemakMakanan berlemak seperti gorengan atau sesuatu berkuah santan memang enak. Tapi, jenis makanan ini harus dihindari saat sahur sebab bisa meningkatkan asam lambung beberapa jam setelah dikonsumsi. 2. Jangan makan makanan asam
Makanan yang mengandung asam juga tidak dianjurkan dikonsumsi saat sahur. Misalnya, perasan jeruk lemon untuk diminum hingga yogurt. 3. Minum air putih hangat duluSebelum makan sahur, sebaiknya minum air putih hangat satu gelas terlebih dahulu. Hal ini untuk menetralisir organ tubuh di bagian perut setelah bangun tidur sebelum makan sahur. 4. Pilih makanan yang direbus
Alih-alih mengonsumsi makanan berlemak, Ari menyarankan agar Anda memilih makanan yang lebih sehat saat sahur. Makanan-makanan tersebut misalnya, sayuran rebus, protein rendah lemak yang dikukus atau dibakar, kemudian makanan yang tidak pedas dan asam. “Tidak disarankan juga makanan yang digoreng. Tapi tetap makannya harus seimbang, antara nutrisi dan gizi semua harus terpenuhi,” kata dia menambahkan. Artikel ini sudah tayang di CNN Indonesia dengan judul “4 Hal yang Harus Diperhatikan ‘Sobat GERD’ saat Sahur” (adr/adr)
Doyan Makan Gorengan Saat Buka Puasa? Ahli Ingatkan 4 Risiko Ini Jakarta – Gorengan jadi menu buka puasa favorit orang Indonesia. Namun waspadai konsumsinya terlalu banyak karena ahli kesehatan mengingatkan 4 risiko yang mungkin terjadi. Makan gorengan terlalu banyak dapat memicu dampak negatif untuk tubuh. Seperti apa risikonya? Berikut penjelasan ahli kesehatan. 1. ObesitasMakanan yang melalui proses penggorengan cenderung mengandung kalori dan lemak yang tinggi. Sebab, makanan yang digoreng akan kehilangan kadar air yang terkandung di dalamnya dan menyerap lemak berlebih. Akibatnya, makanan tersebut akan memiliki kadar lemak yang tinggi.
“Sebagai contoh, 100 gram kentang yang dipanggang akan mengandung 93 kalori dan 0.13 gram lemak, sedangkan pada 100 gram kentang yang digoreng akan mengandung 312 kalori dan 15 gram lemak,” papar dokter spesialis gizi klinik dari Eka Hospital Cibubur, dr. Imelda Goretti melalui keterangannya. Imelda mengatakan, makanan yang memiliki kalori serta lemak yang tinggi dapat meningkatkan risiko obesitas. Obesitas adalah kondisi ketika lemak yang menumpuk di dalam tubuh sangat banyak. Bila tidak segera ditangani, obesitas bisa meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular, hipertensi, hingga diabetes. 2. KankerImelda mengatakan, makanan yang digoreng berpotensi tinggi menghasilkan zat akrilamida. Akrilamida adalah senyawa berbahaya yang timbul jika makanan digoreng terlalu lama dalam minyak. “Diketahui, [zat akrilamida] merupakan zat beracun penyebab kanker yang terbentuk dalam makanan selama proses memasak suhu tinggi, seperti menggoreng,” jelas dr. Imelda. Ia menjelaskan, zat akrilamida adalah reaksi kimia dari gula dan asam amino yang disebut asparagine. Zat ini terbentuk di dalam beberapa makanan, seperti kentang, daging merah, dan makanan bertepung yang diproses dengan suhu tinggi, salah satunya dengan digoreng.
3. Penyakit jantungGorengan berpengaruh besar pada risiko meningkatnya tekanan darah, obesitas, dan penyumbatan pembuluh darah yang dapat menyebabkan penyakit jantung. Hal ini karena gorengan memiliki kadar lemak jenuh dan lemak trans yang tinggi sehingga bisa berdampak buruk bagi kesehatan jantung. 4. Diabetes tipe 2Menurut studi oleh Shenzhen University Health Science Center, mengonsumsi gorengan secara terus-menerus berkaitan erat dengan risiko pengembangan diabetes tipe 2. Berdasarkan penelitian tersebut, risiko diabetes tipe 2 seseorang yang makan gorengan empat hingga enam kali per minggu dapat meningkat hingga 39 persen. Sementara itu, jika gorengan dimakan lebih dari tujuh kali dalam seminggu, peningkatannya menjadi 55%. “Penelitian menemukan orang yang sering mengkonsumsi makanan cepat saji memiliki risiko mengalami resistensi insulin dan menyebabkan diabetes tipe 2,” kata dr. Imelda. Sebagai alternatif, dr. Imelda menyarankan untuk mengonsumsi makanan sehat, seperti kurma, jus buah, dan air mineral sebagai menu berbuka puasa. Selain itu, ia juga mengimbau masyarakat untuk mulai mengubah pola hidup dengan menggunakan metode masak selain goreng, yakni rebus, kukus, atau panggang. “Makanan yang dipanggang dengan oven pemanggang maupun air fryer bisa menghasilkan makanan dengan nilai kalori serta lemak yang lebih rendah. Penggunaan oven dan air fryer juga dapat mengurangi penggunaan minyak hingga 70 sampai 80 persen,” jelas dr. Imelda. Artikel ini sudah tayang di CNBC Indonesia dengan judul Selalu Makan Gorengan Tiap Buka Puasa? Waspada 4 Penyakit Ini (dfl/adr)
Cepat Lapar Saat Puasa? Hindari Konsumsi 10 Makanan Ini Jakarta – Saat puasa beberapa orang cepat lapar padahal sudah makan sahur. Kuncinya ternyata ada pada menghindari 10 makanan berikut ini. Saat sahur dan buka puasa, penting untuk mengonsumsi makanan bernutrisi tepat. Dengan begitu, kamu akan terhindar dari masalah seperti lemas atau cepat lapar selama berpuasa. Beberapa makanan diketahui membuat cepat lapar karena umumnya terdiri dari karbohidrat olahan dan tinggi gula. Kandungan protein dan seratnya minim sehingga tak memunculkan rasa kenyang yang lama.
Mengutip Eat This Not That, kombinasi karbohidrat olahan yang tinggi, rendah serat, dan protein dapat mengacaukan kadar gula darah Anda, berkontribusi pada rasa lapar dan nafsu makan yang tak terpuaskan. Berikut daftar 10 makanan yang bikin cepat lapar saat puasa: 1. PastryRasa manis dari pastry memang menggugah selera, apalagi jika disandingkan dengan kopi sebagai pelengkap sarapan. Meski demikian, makanan ini bukanlah pilihan tepat karena justru bisa membuat Anda semakin lapar. “Makanan yang dipanggang ini bagus untuk memuaskan selera Anda tetapi tidak terlalu mengenyangkan perut karena cenderung kaya akan karbohidrat [sederhana],” kata dietitian Destini Moody. “Tanpa cukup protein atau serat (yang cenderung kurang pada kue kering), camilan ini akan meningkatkan gula darah, menyebabkan kembalinya penurunan gula darah segera setelahnya.” Moody pun menyarankan jika Anda ingin makan pastry, maka sandingkan makanan ini dengan protein seperti telur rebus atau greek yogurt. 2. Keripik kentangKeripik kentang jadi makanan favorit banyak orang karena rasanya yang gurih dan bikin nagih. Namun, makanan yang mengandung banyak natrium ini justru bisa membuat perut bertambah lapar. “Garam membuat hampir semua hal terasa lebih enak karena membuat Anda mengeluarkan air liur,” kata Moody. “Lebih banyak air liur berarti lebih banyak reseptor aktif di indera pengecap Anda, yang berarti lebih banyak rasa yang dalam.” Namun ada alasan lain mengapa kita mendambakan makanan asin. Para ilmuwan berhipotesis bahwa manusia mendambakan garam karena kemungkinan garam memicu pelepasan dopamin, yaitu hormon yang memungkinkan kita merasakan kepuasan. “Hal ini dapat menciptakan lingkaran setan karena camilan asin seperti keripik kentang dan pretzel cenderung mengandung karbohidrat olahan dan sedikit serat yang dapat memperlambat pencernaan Anda,” kata Moody. Hal ini membuat Anda lebih cepat lapar, yang bisa membuat Anda memakan lebih banyak keripik, dan siklusnya terus berlanjut. 3. Roti gandum
Roti gandum mungkin mengandung tinggi serat, tetapi juga lebih banyak diproses daripada biji-bijian utuh seperti oat dan quinoa, serta kurang lemak dan protein yang bisa mengenyangkan rasa lapar. Agar roti Anda lebih tahan lama membuat kenyang, ganti selai dengan topping yang mengandung lemak sehat, seperti selai kacang, telur, atau alpukat. “Kalori ekstra dalam makanan ini menyediakan lemak, protein, dan serat-semuanya merupakan kunci untuk membantu Anda tetap kenyang lebih lama,” kata dietitian Alex Caspero mengutip Prevention. Jika Anda memilih selai kacang, pertahankan porsinya dengan maksimal dua sendok makan per porsi. 4. Jus buahBuah mengandung banyak vitamin, mineral, dan serat. Namun, hampir tidak protein atau lemak yang bisa menciptakan rasa kenyang. “Dan meskipun banyak jus 100% mengklaim mengandung tiga hingga empat porsi buah dan sayuran per botol, meminum produk Anda tidak memberikan tubuh Anda rasa lapar yang sama seperti memakannya,” kata Caspero. “Tanpa sebagian besar serat dalam dagingnya, jus bisa membuat Anda merasa seperti tidak makan apa pun,” katanya. Sebagai gantinya, masukkan produk Anda ke dalam makanan dengan menyiapkan salad atau tumis, atau menambahkan yogurt atau oatmeal dengan buah segar. 5. Cookies dan cake
Gula, baik itu madu organik atau gula pasir mengaktifkan jalur nafsu makan di otak Anda secara berbeda dibandingkan sumber energi lainnya, demikian temuan penelitian dari Yale University School of Medicine. Namun, menurut penelitian itu, ketika Anda menelan makanan manis seperti cookies atau cake, area tersebut tetap aktif. “Singkatnya, otak Anda memberitahu tubuh bahwa Anda belum kenyang, dan Anda memiliki keinginan untuk makan lebih banyak agar merasa kenyang, kata Dr. Robert Lustig, peneliti gula dan ahli endokrinologi anak di Universitas California, San Francisco mengutip Time Magazine. Selengkapnya di halaman selanjutnya.6. Nasi putihMeski nasi putih tidak selalu buruk, namun lebih baik memilih nasi merah atau hitam untuk lebih sering dikonsumsi. Hal ini terkait dengan cara pengolahan nasi putih. Moody mengatakan, semua nasi putih bermula dari beras merah, yang kemudian dimurnikan dan dipoles untuk menghilangkan lapisan luar berwarna coklat yang disebut dedak. Hal inilah yang membuat nasi putih berwarna mutiara dan teksturnya yang lembut. “Masalahnya adalah hampir semua serat dan vitamin B dalam beras ditemukan pada dedak,” katanya. “Vitamin B1, juga dikenal sebagai thiamin, ditemukan setelah Angkatan Laut Kekaisaran Jepang mengalami kekurangan B1 secara luas setelah mengubah pola makan mereka dari nasi merah ke nasi putih. Setelah banyak pria meninggal karena beri-beri, penyakit yang sangat tidak menyenangkan yang terjadi akibat penyakit beri-beri. kekurangan B1, diketahui ‘pengobatannya’ adalah makan nasi merah lagi.” Tak hanya vitamin pada bekatul yang penting, serat pada bekatul juga berperan dalam mengendalikan rasa lapar. “Tanpa serat, makan seporsi nasi putih mempercepat respon insulin dan mempercepat pengosongan lambung, yang akhirnya membuat kita semakin lapar dalam jangka panjang,” kata Moody. 7. Sereal dengan tambahan gula
Sereal dengan tambahan pemanis tidak mengandung cukup serat dan protein, yang keduanya membantu rasa kenyang. Itu sebabnya mengonsumsi sereal jenis ini dapat menyebabkan lonjakan gula darah yang tajam dan kemudian turun lagi. Jika Anda suka makan sereal dan menginginkan sesuatu yang membantu Anda menghindari rasa lapar dan menjaga kadar gula darah lebih stabil, pilihlah produk yang mengandung lebih dari 5 gram serat per porsi. Selain itu, Anda bisa pasangkan sereal dengan susu berprotein tinggi, seperti susu atau susu kedelai, atau gunakan yogurt Yunani sebagai bahan dasarnya. 8. PastaSeperti banyak sumber karbohidrat lainnya, Anda bisa menemukan pasta dalam bentuk putih (halus) dan gandum utuh. Dan pasta putihlah yang sebaiknya dihindari lebih sering jika rasa kenyang adalah tujuan Anda untuk makan. Pasta putih terbuat dari tepung olahan, yang serat, vitamin, dan mineralnya jauh lebih rendah dibandingkan karbohidrat dari sumber biji-bijian. “Sebagian besar pasta yang tersedia di toko terbuat dari sumber tepung olahan tanpa banyak kandungan serat, yang dapat menyebabkan fluktuasi gula darah dan rasa lapar segera setelah dikonsumsi,” kata dietitian Lena Bakovic. Di sisi lain, karbohidrat kompleks, seperti pasta gandum membutuhkan waktu lebih lama untuk dicerna, sehingga membantu kita merasa kenyang lebih lama. 9. Kentang goreng
Meskipun kentang sangat bagus dalam meningkatkan rasa kenyang, namun kentang kurang efektif jika disajikan dalam bentuk kentang goreng. “Ini karena makanan ini kaya akan karbohidrat olahan dan natrium, yang rasanya memuaskan, namun tidak terlalu memuaskan rasa lapar,” kata Moody. 10. Putih telurMeskipun 3 hingga 4 gram protein yang ditemukan di setiap putih telur secara teknis membuat Anda merasa lebih kenyang, putih telur sangat rendah kalori dan hampir bebas lemak. Itu berarti Anda tidak akan merasa kenyang dalam waktu lama. Karena itu penting untuk konsumsi telur secara utuh, baik putih dan kuningnya. “Kuning telur mengandung nutrisi sehat, seperti lutein yang menyehatkan mata, bersama dengan beberapa protein dan lemak sehat yang akan membuat hidangan telur Anda jauh lebih bergizi,” kata dietitian Isabel Smith. Artikel ini sudah tayang di CNN Indonesia dengan judul “Catat, Konsumsi 10 Makanan Ini Malah Bikin Kamu Tambah Lapar” (adr/adr)
Konsumsi 5 Makanan Ini Saat Sahur Bantu Hidrasi dan Dorong Energi Jakarta – Asupan makanan saat sahur penting untuk menjaga energi tubuh sepanjang puasa. Secara khusus, kamu perlu konsumsi makanan yang mampu menghidrasi tubuh seperti makanan ini. Memasuki Ramadan, umat muslim wajib melaksanakan puasa. Mereka harus menahan nafsu makan, minum, dan hal lain yang membatalkan puasa sejak fajar hingga terbenamnya matahari. Karena saat puasa tubuh tidak diberi asupan makan dan minum selama beberapa jam, oleh karena itu penting memilih makanan apa saja yang masuk saat sahur.
Makanan yang dikonsumsi perlu mengandung nutrisi esensial. Nutrisi ini mampu memberi stamina tambahan sekaligus menghidrasi tubuh sepanjang hari. Merangkum ndtv.com (11/05), berikut rekomendasi 5 makanan bernutrisi yang cocok dikonsumsi saat sahur: 1. Telur
Telur mengandung banyak protein, mineral, dan vitamin. Konsumsi telur saat sahur bisa membuat perut kenyang lebih lama. Hal ini berkat kandungan protein dan lemak yang mampu membuat seseorang tidak cepat lapar. Banyak cara mengonsumsi telur. Bisa diolah dengan berbagai sayuran atau dijadikan omelet. Omelet bisa ditambah dengan bayam, jamur, atau tomat agar lebih bernutrisi. Selain diolah menjadi omelet, kamu juga bisa mengonsumsi telur rebus. 2. Ikan atau ayam
Jenis protein lain yang bisa dikonsumsi yaitu ikan atau ayam. Ikan dikenal mampu meningkatkan vitalitas tubuh. Namun, jangan olah ikan dengan cara digoreng. Konsumsi Ikan goreng hanya akan membuat perut kembung. Selain itu, makanan yang digoreng membuat tenggorokan semakin serat dan haus. Kamu bisa mengonsumsi jenis ikan seperti sarden, tuna, hingga salmon. Ikan juga bisa diolah dengan cara dipanggang. Selain itu, ayam juga bisa dikonsumsi saat sahur. Ayam memiliki nutrisi yang mampu memberikan energi sepanjang hari. Agar nutrisi yang didapat maksimal, ayam bisa dikonsumsi bersama dengan sayuran. Rekomendasi makanan sehat untuk sahur lainnya bisa dilihat pada halaman selanjutnya!3. Buah dan sayuran
Buah dan sayuran juga merupakan makanan yang perlu dikonsumi saat sahur. Kedua makanan ini kaya vitamin dan mineral yang mampu menambah energi bagi tubuh. Selain itu, buah dan sayuran juga mengandung air yang tidak kalah menghidrasi seperti air putih. Kamu bisa mengonsumsi buah dan sayuran yang mengandung banyak air. Misalnya, semangka, tomat, jeruk, mentimun, hingga bayam. Selain buah-buahan tersebut, kamu juga bisa mengonsumsi pisang karena buah ini kaya akan mineral, magnesium, dan pottasium yang dapat membuat perut kenyang lebih lama. 4. Kacang-kacanganKacang-kacangan juga bagus dikonsumsi saat sahur karena dengan kuantitas yang sedikit, kacang bisa memberi rasa kenyang lebih lama. Kacang-kacangan mengandung karbohidrat kompleks dan protein yang bersifat mengenyangkan. Sehingga cocok dikonsumsi saat sahur. Kandungan serat yang cukup tinggi pada kacang kacangan juga penting memperbaiki jaringan tubuh. Kamu bisa mengonsumsi kacang-kacangan, seperti almond atau bahkan edamame. 5. Oatmeal
Oatmeal merupakan jenis karbohidrat dan protein yang mampu memberi energi tambahan pada tubuh. Oatmeal juga mengandung serat tinggi, vitamin, folat, dan vitamin. Kandungan serat dalam oatmeal dapat meningkatkan bakteri baik di saluran pencernaan. Konsumsi oatmeal mampu menurunkan risiko sembelit atau susah buang air. Konsumsi oatmeal saat sahur juga memberikan manfaat untuk menurunkan kadar gula darah. Oatmeal bisa meningkatkan respon insulin yang memungkinkan penurunan kadar gula darah. Oatmeal bisa dikonsumsi begitu saja atau dimakan bersama aneka buah-buahan, seperti strawberry, blueberry, atau pisang. Bisa ditambah madu, biji chia, hingga kacang almond. (aqr/adr)
![]() Konsumsi 6 Makanan Ini Saat Sahur agar Kenyang Lebih Lama Jakarta – Saat sahur perlu berstrategi memilih makanan yang tepat. Konsumsi beberapa jenis makanan diketahui menciptakan rasa kenyang lebih lama. Ini daftarnya! Beberapa makanan dapat membuat Anda merasa kenyang lebih lama karena mengandung banyak protein dan serat sehingga cocok dijadikan sebagai menu sahur agar tahan puasa seharian. Berikut adalah beberapa jenis makanan yang membuat Anda kenyang lebih lama seperti dilansir Medical News Today:
1. Kentang
Dalam studi indeks rasa kenyang yang asli, kentang rebus atau kentang panggang memiliki skor tertinggi yaitu 323. Kentang goreng memiliki skor yang relatif rendah yaitu 116. Kentang adalah makanan yang sangat padat dan kaya akan pati, vitamin C, dan beberapa nutrisi sehat lainnya. Sebuah studi tahun 2013 yang diterbitkan dalamAnnals of Nutrition & Metabolismmenemukan bahwa makanan berbahan dasar kentang efektif dalam mengurangi nafsu makan, dibandingkan dengan bahan lainnya. 2. Kacang-kacanganKacang-kacangan juga merupakan karbohidrat yang lambat dicerna dengan kandungan protein dan serat yang tinggi. Manfaat nutrisi ini berarti kacang-kacangan merupakan makanan yang baik untuk mengimbangi rasa lapar dan mengatur asupan kalori, menurut sebuah studi tahun 2010 dalam jurnal Advances in NutritionTrusted Source. 3. Makanan tinggi serat
Serat merupakan komponen makanan yang penting. Serat memiliki banyak fungsi seperti membantu mengendalikan kadar gula darah dan kolesterol. Serat juga bantu menciptakan rasa kenyang. Menurut sebuah studi tahun 2014, serat mungkin bukan komponen yang paling efektif untuk menurunkan berat badan, meskipun perlu ada lebih banyak studi klinis di bidang nutrisi ini. Makanan berserat tinggi meliputi oat, roti gandum utuh, sayuran seperti wortel atau bit, dan buah-buahan seperti pisang serta jeruk. 4. Produk olahan susu rendah lemakMeningkatkan konsumsi produk olahan susu rendah lemak dapat meningkatkan rasa kenyang dan mengurangi asupan makanan dalam jangka pendek. Misalnya, satu studi dalam jurnal Appetite menemukan bahwa greek yogurt berprotein tinggi efektif untuk mengimbangi rasa lapar, meningkatkan rasa kenyang, dan mengurangi konsumsi lebih lanjut. 5. Telur
Telur merupakan sumber protein, vitamin, dan mineral yang sangat baik. Telur juga memiliki efek menguntungkan dalam mengurangi rasa lapar dan memperpanjang rasa kenyang. Sebuah studi dari tahun 2011 dalamInternational Journal of Food Sciences and Nutritionmemberi peserta makan siang berupa telur dadar, kentang goreng, atau sandwich ayam. Mereka yang mengonsumsi telur dadar merasa lebih kenyang daripada mereka yang mengonsumsi makanan karbohidrat 4 jam kemudian. 6. Daging dan ikan tanpa lemakBaik daging maupun ikan mengandung banyak protein dan rendah lemak jenuh. Diet yang mengandung protein tingkat tinggi dapat secara efektif mengendalikan nafsu makan dan mendorong penurunan berat badan. Ini termasuk protein nabati, misalnya kedelai, menurut penelitian lain dalamThe American Journal of Clinical Nutrition. Artikel ini sudah tayang di CNBC Indonesia dengan judul 7 Makanan yang Bikin Kenyang Lebih Lama, Cocok Buat Sahur (adr/adr) ![]() 10 Makanan Bikin Tahan Lapar dan Awet Kenyang Saat Puasa
Jakarta – Jika detikers merasa sangat lapar saat puasa, mungkin pilihan menu sahur kamu kurang tepat. Menu makanan sahur menjadi kunci agar puasa tetap terasa kenyang dan bisa menahan lapar lebih lama. Bukan masalah porsi, tetapi rahasianya ada pada pilihan menu yang bernutrisi tepat. Pastikan menu tersebut mengandung protein dan serat yang tinggi. Simak 10 menu sahur yang tepat berikut ini. Makanan Sahur agar Kenyang Lebih LamaDilansir dari Healthline, berikut ini beberapa pilihan makanan yang bisa dijadikan menu sahur agar dapat menahan lapar selama berpuasa.
1. Kentang Rebus
Kentang rebus termasuk sumber karbohidrat yang tinggi, sekaligus mengandung beberapa vitamin dan mineral, termasuk vitamin C dan kalium. Dibandingkan sumber karbohidrat lainnya, kentang termasuk yang sangat mengenyangkan. Kentang juga mengandung air dan karbohidrat yang tinggi, serta mengandung serat dan protein dalam jumlah sedang. Sebagai informasi, kentang hampir tidak mengandung lemak. 2. Telur
Telur merupakan makanan padat nutrisi, terutama protein yang memberikan efek kenyang lebih lama. Telur berukuran besar mengandung sekitar 6 gram protein, termasuk 9 asam amino esensial yang tidak dapat diproduksi oleh tubuh manusia. Hidangan dari telur juga mudah diolah dengan aneka bahan yang mudah diperoleh. Misal telur dadar dan ceplok yang hanya perlu digoreng, telur rebus, atau balado bagi penyuka pedas. 3. Ikan
Ikan dengan berbagai olahannya menjadi sumber protein dan asam lemak omega-3 yang tinggi. Nutrisi ini dapat meningkatkan rasa kenyang lebih lama dibandingkan sumber protein hewani lainnya. Beberapa menu ikan yang dapat dimasak seperti ikan goreng, kukus, panggang, bumbu asam manis, dan sebagainya. Selain sebagai menu sahur, ikan juga pilihan yang tepat untuk buka puasa. 4. Oatmeal
Oatmeal merupakan makanan tinggi serat yang membantu tubuh merasa kenyang lebih lama. Serat beta-glucan di dalam oat juga mendorong pelepasan hormon kenyang peptida YY (PYY) dan menunda pengosongan perut. Oatmeal dapat diolah dengan menambahkan susu, yoghurt, potongan buah-buahan, kacang-kacangan, dan telur. 5. Daging
Daging sapi maupun ayam tanpa lemak cocok menjadi santapan sahur karena bisa memberi rasa kenyang lebih lama. Protein tinggi di dalam daging dapat menahan hormon yang berkaitan dengan rasa lapar. Berbagai menu olahan daging sapi dan daging ayam dapat dibuat di rumah, seperti ayam goreng, sup, tumisan, hingga daging panggang. Tentunya daging jangan diolah terlalu lama dengan banyak gula, garam, dan lemak yang bisa merusak kandungan nutrisinya. 6. Nasi Merah
Nasi merah dikenal lebih sehat dibandingkan nasi putih karena lebih tinggi kandungan serat dan proteinnya. Kandungan tersebut membuat perut kenyang lebih lama, sehingga juga cocok menjadi menu diet. Nasi merah juga kaya akan antioksidan flavonoid yang akan membantu melawan radikal bebas. Nasi jenis ini juga cocok dipadukan dengan berbagai menu makanan. 7. Kacang-kacanganBerbagai jenis kacang-kacangan memiliki kandungan protein nabati dan serat yang tinggi, namun kepadatan energinya rendah. Hal ini membuat kacang-kacangan sangat mengenyangkan. Beberapa kacang-kacangan bisa dibuat sayur, seperti buncis, kacang polong, lentil, dan kacang tanah. Jenis lain seperti almond dan kenari cocok dimakan sebagai cemilan sambil menunggu imsak. 8. Sayuran
Sayuran sangat bergizi dengan kandungan berbagai macam vitamin, mineral, dan senyawa tanaman yang bermanfaat. Kandungan seratnya juga tinggi, sehingga membantu mengenyangkan perut lebih lama. Sayuran yang lebih keras, seperti wortel dan brokoli membutuhkan waktu lebih banyak untuk dikunyah, sehingga bisa menahan rasa lapar. Banyak menu yang dibuat dari sayuran, seperti sup, capcay, sayur bayam, hingga sayur oyong. 9. Kurma
Kurma tak hanya cocok untuk berbuka puasa. Kandungan gula dan seratnya juga bisa mencukupi asupan harian sehingga membantu menahan lapar lebih lama. Cukup makan 2-3 butir kurma saat sahur untuk mendapatkan manfaatnya. 10. Buah
Selain kurma, berbagai buah mengandung serat yang tinggi, sehingga dapat memperlambat pencernaan dan membantu merasa kenyang lebih lama. Sebaiknya konsumsi buah-buahan utuh daripada jus karena seratnya lebih tinggi. Beberapa pilihan buah mengenyangkan seperti apel, pir, dan alpukat. Detikers bisa memadukan berbagai pilihan makanan di atas untuk menu sahur yang kaya nutrisi dan bikin awet kenyang. Selain pilihan menu yang tepat, detikers wajib menjaga kecukupan cairan selama puasa agar tetap sehat. (bai/row) ![]() Puasa Sunah Tarwiyah dan Arafah, Ini 5 Menu Buka Puasa yang Bikin Fit Jakarta – Puasa sunah Tarwiyah dan Arafah dilakukan sebelum Idul Adha. Bagi muslim yang menjalaninya, coba konsumsi menu buka puasa sehat ini agar tubuh tetap fit dan ibadah bisa maksimal. Pemerintah melalui sidang isbat menetapkan 1 Dzulhijjah 1446 H/2025 M jatuh pada 28 Mei 2025 dan 10 Dzulhijjah 1446 H/2025 M (Idul Adha 2025) jatuh pada 6 Juni 2025, seperti dikutip dari detikNews. Sebelum merayakan Idul Adha, muslim bisa menjalani puasa sunah. Puasa sunah tersebut berupa puasa Tarwiyah yang jatuh pada Rabu, 4 Juni 2025 (8 Dzulhijjah 1446 H) dan puasa Arafah 2025 pada tanggal Kamis, 5 Juni 2025 (9 Dzulhijjah 1446 H).
Keutamaan puasa hari Tarwiyah dapat menghapus dosa setahun, sedangkan hari Arafah dapat menghapus dosa dua tahun. Hal ini sebagaimana hadits riwayat Abu as-Syekh Al-Ishfahani dan Ibnu an-Najar. Muslim yang berpuasa Tarwiyah dan Arafah perlu memperhatikan asupan nutrisinya dengan tepat. Jangan sampai berakhir membuat tubuh kelelahan karena kurang energi. Untuk berbuka puasa, pilihlah menu yang bergizi. Menu sehat ini tak hanya mengembalikan energi yang hilang, tapi juga membantu tubuh tetap fit untuk melaksanakan rangkaian ibadah lainnya. Berikut menu buka puasa sehat yang bikin tetap fit: 1. Kurma
Buka puasa dengan makan kurma dalam jumlah ganjil bukan cuma sunnah, melainkan pilihan yang ideal untuk kesehatan. Konsumsi kurma dapat bantu meningkatkan kadar gula alami dan energi yang hilang setelah berpuasa. Kurma mengandung fruktosa, sejenis gula alami, sehingga kamu tak perlu mengonsumsi makanan manis lain dengan pemanis yang tak sehat. Kurma juga mengandung serat dan antioksidan yang baik untuk tubuh. Konsumsi sekitar 3-7 butir kurma saja setiap hari. 2. Sup ayamSup ayam yang berkuah bening dan menyegarkan juga bisa jadi ide menu buka puasa sehat. Menu ini punya nutrisi lengkap yang berasal dari ayam dan sayuran. Ayam mengandung protein, sementara sayuran seperti wortel, buncis, kentang, sampai kembang kol, merupakan sumber antioksidan, vitamin, dan mineral. Selain itu, sup ayam merupakan makanan tinggi kandungan air. Konsumsinya dapat menghidrasi tubuh usai kehilangan banyak cairan saat berpuasa. Bagi yang sedang diet, konsumsi sup ayam saat buka puasa juga bisa jadi andalan karena relatif rendah kalori. 3. Ayam kecap
Selain sup ayam, kamu juga bisa mengolah ayam kecap untuk buka puasa. Ayam merupakan sumber protein berkualitas yang mudah diolah dengan bumbu kecap. Protein berperan penting dalam memulihkan energi dan membantu menjaga kestabilan gula darah. Ayam kecap dibuat dengan bumbu seperti jahe, bawang putih, bawang merah, dan minyak wijen. Paling enak menikmatinya dengan nasi hangat dan pendamping sayuran. 4. JusMau buka puasa sehat dengan menu praktis? Minum segelas jus dapat jadi pilihan. Jus yang merupakan campuran buah dan air ini mengandung banyak nutrisi, seperti vitamin dan serat yang menguntungkan sistem pencernaan. Sebaiknya, jangan gunakan gula tambahan agar kamu bisa menikmati manis alami dari buah. Bisa juga dengan memadukan buah bersama bahan lain. Misalnya jus kurma dan pisang, jus semangka stroberi mint, jus apel wortel jahe, hingga jus alpukat dan bayam. 5. Capcay
Capcay banyak digemari karena rasanya enak dan nutrisinya lengkap. Kombinasi sayuran seperti sawi, kol, brokoli, jamur, hingga wortel membuat capcay begitu menyehatkan. Selain itu, capcay bisa dicampur dengan berbagai bahan-bahan utama lainnya, seperti daging sapi, udang, cumi, hingga bakso. Capcay juga bisa diolah dengan cara diberi sedikit kuah, nyemek, atau kuah yang agak banyak. (adr/adr) |













Telur merupakan protein yang bisa dikonsumsi saat sahur karena mampu menahan lapar. Foto: sora news
Dada ayam atau ikan juga baik dikonsumsi saat sahur. Foto: Getty Images/da-kuk





















