Jakarta –
Menurunkan berat badan ada triknya, termasuk mengatur jam makan. Hindari melakukan 5 hal ini di atas jam 5 sore kalau mau berat badan (BB) cepat turun.
Kapan kamu makan sama pentingnya dengan apa yang kamu makan, ketika membicarakan usaha menurunkan berat badan. Hindari makan tanpa perencanaan sehingga berdampak pada berat badan yang sulit turun.
Ahli gizi mengingatkan makan yang cukup saat siang dan makan malam penting dilakukan. Jadi kamu tidak tergoda untuk ngemil malam hari.
Jangan sepelekan juga waktu tidur dan pengontrolan porsi camilan, seperti diungkap Eating Well (25/9/2025). Berikut 5 hal terlarang dilakukan setelah jam 5 sore, menurut ahli gizi, jika ingin berat badan cepat turun:
1. Banyak ngemil sore jelang malam
Saat diet, sering kali seseorang berpikir harus makan sesedikit mungkin. Prinsip ini salah karena besar kemungkinan kamu akan lapar pada sisa waktu hari yaitu sore jelang malam.
Untuk menghindarinya, pastikan kamu makan dengan nutrisi yang cukup dan seimbang pada siang hari. Ahli gizi Nicole Stefanow bilang, “Ketika kita membiarkan diri terlalu lapar, kita cenderung makan berlebihan sebelum tubuh tahu kita sudah kenyang.”
Anjurannya, konsumsi makanan bergizi seimbang dengan protein, serat, dan lemak setiap 3 hingga 4 jam. Cara ini akan mencegah makan berlebihan di malam hari dan membantu kamu capai defisit kalori.
Kalau pun mau ngemil sore, pilih yang kaya serat dan protein. Misalnya apel dengan selai kacang.
2. Ngemil langsung dari kemasan
Sering kali setelah jam 5 sore, seseorang sangat ingin ngemil sampai-sampai memakan camilan langsung dari kemasan aslinya. Ahli gizi Ruth Houston mengatakan cara ini berbahaya karena kamu jadi tidak dapat mengontrol porsi makan.
Houston merekomendasikan taruh camilan di piring. Lalu singkirkan boks, kantong, atau kemasan aslinya. Cara ini agar kamu tetap fokus makan sesuai porsi yang sudah ditentukan. Jika tidak, bukan tidak mungkin kamu berakhir kalap.
3. Bangun sampai tengah malam
Menurunkan berat badan juga erat kaitannya dengan jam tidur. Setelah jam 5 sore, pastikan kamu tetap siap menyambut waktu tidur. Jangan terlalu berenergi hingga bisa bangun sampai tengah malam.
Sebab bangun tengah malam sangat erat kaitannya dengan kebiasaan ngemil. Ahli gizi Melissa Mitri mengatakan, “Ketika Anda kurang terstruktur dalam waktu tidur, Anda punya lebih banyak waktu untuk ngemil entah karena bosan atau karena kebiasaan. Sebagai gantinya, atur timer setiap malam untuk mengingatkan diri Anda agar beristirahat, dan minimalkan menonton.”
Kemudian, kurang waktu tidur juga bisa membuat kamu makan lebih banyak keesokan harinya. Sebuah penelitian mengungkap mereka yang tidur malam kurang dari 7 jam, mengonsumsi buah dan sayur lebih sedikit tapi ngemil lebih banyak.
4. Tidak makan karbohidrat saat makan malam
Karbohidrat tidak boleh dicap buruk sebagai ‘penyebab gemuk’ karena sejatinya karbohidrat adalah zat gizi makro juga bagian dari pola makan bergizi seimbang. Jadi, tak ada salahnya makan karbohidrat saat makan malam.
Mitri mengungkap, “Ketika Anda tidak makan malam yang seimbang, Anda mungkin akan mengonsumsi lebih banyak kalori-dan bukan jenis yang bergizi-setelah rasa lapar Anda terbayar.” Karbohidrat sendiri penting dikonsumsi karena membuat kenyang dan merupakan bahan bakar untuk otak serta sistem saraf pusat. Konsumsinya sesuai anjuran tetap disarankan untuk jaga kesehatan.
5. Buka kulkas malam hari
Sering kali keinginan makan timbul bukan karena lapar fisik, melainkan karena stres, bosan, atau menginginkan sesuatu yang spesifik. Salah satunya juga bisa dipicu dari ketersediaan jenis makanan di kulkas rumah dan akses yang mudah untuk menjangkaunya.
Usahakan tidak buka kulkas terlalu malam karena besar kemungkinan kamu akan tergoda ngemil. Apalagi jika di dalam kulkas ada bahan makanan tak sehat yang tinggi lemak dan kalori. Usahakan juga mengisi makanan di kulkas dengan pilihan yang lebih sehat, seperti kacang-kacangan, buah, biji-bijian utuh, dan protein rendah lemak.
(adr/adr)
Sumber : food.detik.com
Source : unsplash.com / Rachel Park
Jakarta –
Tips menurunkan berat badan dibagikan seorang dokter saraf. Ia yang berkaca dari pengalaman pribadinya mengungkap 5 tips turun berat badan hingga 30 kilo gram (kg) dalam 1 tahun.
Menurunkan berat badan memang gampang-gampang susah. Kondisinya berbeda pada setiap orang, tergantung dari banyak faktor, seperti usia, aktivitas fisik sehari-hari, hingga tujuan kesehatan yang ingin dicapai.
Namun, ada prinsip kesehatan dan tips umum untuk menurunkan berat badan yang bisa ditiru. Salah satunya dibagikan dokter saraf bernama Dr. Sudhir Kumar asal Apollo Hospital, Hyderabad, India.
Dalam unggahan X miliknya (31/8) yang viral, Dr. Sudhir Kumar membagikan 5 tips menurunkan berat badan hingga 30 kg dalam 1 tahun yang pernah ia capai.
“Soal penurunan berat badan, semua orang sepertinya punya pendapat masing-masing. Dari aplikasi penghitung kalori yang rumit hingga diet yang ekstrem, sarannya bisa terasa berat dan, sejujurnya sulit diikuti dalam jangka panjang. Selama bertahun-tahun, saya mengamati bahwa pengubah keadaan yang sesungguhnya bukanlah diet yang mewah, melainkan perubahan kecil, sederhana, dan berkelanjutan dalam kebiasaan sehari-hari kita,” tulisnya.
Berikut 5 tips turun berat badan dari Dr. Sudhir Kumar, seperti dikutip dari Times of India (17/9/2025):
1. Kurangi asupan gula
Gula ‘tersembunyi’ dalam berbagai makanan dan minuman yang kita konsumsi sehari-hari. Asupan gula dalam makanan ini perlu dibatasi kalau berat badan ingin cepat turun.
“Mengurangi atau menghindarinya dapat secara signifikan mengurangi asupan kalori, mengurangi lonjakan insulin, dan mengurangi lemak perut. Perubahan kecil ini dapat berdampak transformatif terhadap penurunan berat badan dan kesehatan metabolisme jangka panjang,” kata Dr. Sudhir Kumar.
2. Batasi penggunaan aplikasi pesan antar makanan
Zaman sekarang mendapatkan makanan enak dengan cepat adalah persoalan mudah. Kamu tinggal pesan lewat aplikasi, maka makanan akan diantar langsung ke depan pintu. Namun di sisi lain, kehadiran teknologi ini bisa menghambat usaha penurunan berat badan.
Dr. Sudhir Kumar mengungkap, “Sering pesan makanan menyebabkan makan berlebihan dan pilihan makanan yang buruk, terutama di malam hari ketika Anda sebenarnya tidak lapar. Banyak makanan pesan-antar yang padat kalori, kaya lemak tidak sehat, dan rendah nutrisi. Membatasi ketergantungan pada aplikasi-aplikasi ini dapat berdampak besar pada lingkar pinggang dan dompet.”
3. Kurangi makan di luar
Kebiasaan makan di luar, seperti di restoran atau kafe, sebaiknya dihindari saat diet. Sekalipun makan di tempat yang mewah. Bisa jadi hidangan yang tersaji tidak benar-benar sehat karena tinggi kalori, gula, garam, maupun lemak.
“Memasak dan makan di rumah memastikan kontrol yang lebih baik atas bahan dan ukuran porsi makanan yang dikonsumsi,” saran Dr. Sudhir Kumar.
4. Pilih menu ala carte, jangan buffet
Saat makan dengan konsep prasmanan atau buffet, sering kali kamu kalap dan lupa jika sedang diet. Alhasil makan bisa jadi berlebihan.
“Dengan banyaknya pilihan yang tersedia, kita cenderung makan jauh lebih banyak daripada yang dibutuhkan tubuh. Lebih baik pesan menu ala carte (satuan) agar Anda tetap fokus dan hanya memilih apa yang benar-benar Anda inginkan,” kata Dr. Sudhir Kumar.
5. Makan malam lebih awal
“Makan malam lebih awal menciptakan jendela puasa alami sebelum sarapan. Penelitian menunjukkan bahwa membatasi waktu makan dapat membantu menurunkan berat badan, mengontrol gula darah, dan melancarkan pencernaan. Bahkan jeda 12-14 jam antara makan malam dan sarapan dapat memberikan manfaat kesehatan yang signifikan,” tutup Dr. Sudhir Kumar.
(adr/adr)
Sumber : food.detik.com
 |
Source : unsplash.com / Rachel Park
Jakarta –
Banyak orang meyakini minum air putih lebih banyak bakal bantu berat badan lebih cepat turun. Sebenarnya hal ini mitos atau fakta?
Mencukupi kebutuhan air putih harian penting dilakukan agar tubuh terhidrasi dan organ-organ di dalamnya dapat berfungsi maksimal. Namun, dalam kaitannya dengan diet, benarkah konsumsi air putih membantu?
Dikutip dari Times of India (27/9), konsumsi air putih memang punya peran saat diet. Utamanya dalam menjawab pertanyaan, apakah kamu benar-benar lapar atau hanya haus semata? Sebab seseorang sering kali salah mengartikan sinyal haus sebagai lapar.
Jadi, jika rasa lapar tiba-tiba menyerang, hindari langsung makan. Coba minum segelas air putih. Jika rasa laparnya sudah hilang, berarti sebenarnya tubuh kamu hanya haus. Tubuh perlu hidrasi yang cukup dari minum air putih.
Manfaatkan juga air putih untuk meningkatkan rasa kenyang. Caranya cukup minum segelas besar air putih sebelum makan. Dengan begini, kamu akan terhindar dari makan berlebih. Asupan kalori yang lebih sedikit berkaitan dengan berat badan yang lebih cepat turun.
Minum air putih yang cukup ternyata bisa membantu menurunkan berat badan. Foto: Getty Images/deepart386
|
Peran lain dari minum air putih saat diet adalah hidrasi. Dengan kondisi tubuh yang terhidrasi, maka kamu memastikan semua organ dan fungsi tubuh berjalan lebih lancar. Kondisi ini menciptakan sistem tubuh yang ideal untuk bantu penurunan berat badan.
Pastikan kamu hanya minum air putih yang sehat dan minim kalori. Jangan mengganti air putih dengan jus kemasan, soda, teh manis, minuman kopi kekinian, atau minuman lanis lain. Konsumsinya malah bisa bikin berat badan makin naik.
Saat minum air putih, kamu juga disarankan tidak berlebihan. Sebab asupan air putih berlebihan juga bakal memunculkan efek samping karena sifatnya yang mengganggu elektrolit tubuh.
Cara termudah untuk tahu sudah cukup minum air putih atau belum adalah dengan melihat warna urin. Jika warnanya kuning pucat itu bagus, jika gelap berarti kamu harus minum lebih banyak. Lalu jika warna urin sebening kristal, sebaiknya kurangi karena itu berarti kamu terlalu banyak minum.
(adr/adr)
Sumber : food.detik.com
 |
Source : unsplash.com / Rachel Park
Jakarta –
Banyak orang sudah diet mati-matian, tapi berat badannya tak kunjung turun. Ternyata penyebabnya bisa jadi karena hal sepele, seperti pilihan makanan yang kurang tepat hingga melewatkan waktu makan.
Usaha menurunkan berat badan terbilang susah-susah gampang. Ada orang yang dengan mudah memangkas bobot tubuhnya, tapi ada juga yang berat badannya seolah ‘stuck’, padahal sudah berusaha diet.
Penyebab gagal diet bisa jadi karena pola makan yang tidak tepat hingga manajemen stress yang kurang baik. Coba perhatikan hal-hal kecil ini yang sering kali menjadi penyebab berat badan sulit turun.
Dikutip dari Health Shots (21/7/2025), inilah 7 hal yang menghambat penurunan berat badan:
1. Mengabaikan prinsip defisit kalori
Sudah makan banyak protein dan serat, berat badan tetap ‘stuck’? Bisa jadi karena kamu tidak mengindahkan prinsip defisit kalori. Faktanya, berat badan bisa turun jika terjadi defisit kalori dimana kalori yang masuk harus lebih sedikit dibanding kalori yang dibakar tubuh.
Ahli gizi Dr Pratayksha Bhardwaj mengatakan, defisit kalori penting diperhatikan. Caranya dengan memerhatikan setiap makanan yang dikonsumsi. Pantau agar tak berlebihan dan lebih sedikit dari yang biasanya.
2. Asupan zat gizi makro tidak seimbang
Nasi merah, salah satu sumber karbohidrat kompleks. Foto: Getty Images/iStockphoto/arto_canon
|
Saat diet, jangan hanya mengandalkan asupan protein. Kamu perlu mengasup zat gizi makro, secara seimbang, termasuk dari lemak sehat dan karbohidrat kompleks.
Dengan begitu, tubuh dapat berfungsi maksimal dan mempertahankan energi dengan lebih baik. “Jangan meniadakan asupan karbohidrat karena bisa memicu lemas dan metabolisme tubuh melambat, membuat berat badan naik,” kata Dr Bhardwaj.
3. Tidak mencukupi kebutuhan serat
Selain protein, asupan serat juga berperan penting dalam manajemen berat badan. Serat mempertahankan rasa kenyang lebih lama dan gula darah lebih stabil.
Percuma jika konsumsi makanan tinggi protein, tapi seratnya tidak cukup. Rasa lapar akan cepat datang dan kamu berakhir makan lebih banyak. Usahakan makan sumber serat, seperti buah dan sayur, setiap hari.
4. Kebanyakan makan protein
Saat diet kamu perlu menyiasati pola makan, termasuk mencukupi kebutuhan protein. Jangan terlalu banyak mengonsumsi protein karena efeknya juga kurang bagus. Protein bakal disimpan sebagai lemak.
Menurut sebuah penelitian di Clinical Nutrition, mengganti asupan karbohidrat dengan protein (tapi tanpa lemak), berkaitan dengan kenaikan berat badan seiring waktu. Jadi, moderasi adalah kuncinya. Kombinasikan asupan protein rendah lemak dengan karbohidrat dan lemak sehat untuk hasil terbaik.
5. Melewatkan waktu makan
Melewatkan makan terdengar seperti membantu mengurangi kalori, tetapi sebenarnya bisa menjadi bumerang. “Terlalu lama membiarkan tubuh tidak makan dapat memperlambat metabolisme dan menyebabkan makan berlebihan selanjutnya,” ujar Dr. Bhardwaj.
Cobalah makan makanan dalam porsi lebih kecil dan seimbang setiap 3-4 jam sekali. Cara ini bisa menjaga gula darah tetap stabil dan tingkat energi tetap tinggi.
6. Tidak minum cukup air
Tidak minum cukup air putih bisa menghambat penurunan berat badan. Foto: Getty Images/KTStock
|
Hidrasi punya banyak manfaat, mulai dari menyehatkan pencernaan dan menekan nafsu makan. Hidrasi yang kurang merupakan salah satu penyebab berat badan tidak turun.
Menurut sebuah studi yang diterbitkan dalam Frontiers in Nutrition, minum cukup air dapat membantu meningkatkan metabolisme dan mengurangi asupan kalori. Penurunan berat badan pun akan lebih mudah. Targetkan setidaknya 8 gelas sehari dan tingkatkan asupannya jika kamu tergolong aktif atau tinggal di daerah beriklim panas.
7. Kekurangan vitamin D
“Kekurangan vitamin D justru dapat menghambat upaya penurunan berat badan Anda,” ungkap Dr. Bhardwaj. Vitamin yang larut dalam lemak ini membantu mengatur hormon, kadar energi, dan bahkan metabolisme lemak.
Sebuah studi dari Journal of Clinical Endocrinology and Metabolism menemukan kadar vitamin D yang rendah berkaitan dengan lemak tubuh dan Indeks Massa Tubuh yang lebih tinggi. Coba rutin makanan kaya vitamin D seperti telur, salmon, dan produk susu yang diperkaya vitamin tersebut.
(adr/adr)
Sumber : food.detik.com
 |
| Source : unsplash.com / Rachel Park
|