{"id":1146,"date":"2025-08-22T00:20:45","date_gmt":"2025-08-22T00:20:45","guid":{"rendered":"http:\/\/islam.jumatberkah.com\/b\/?p=1146"},"modified":"2025-08-22T00:20:45","modified_gmt":"2025-08-22T00:20:45","slug":"zuhudnya-imam-an-nawawi-sampai-enggan-menikah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/islam.jumatberkah.com\/?p=1146","title":{"rendered":"Zuhudnya Imam an-Nawawi sampai Enggan Menikah"},"content":{"rendered":"<p><\/p>\n<div>\n        <!-- s:toc --><\/p>\n<p>        <!-- e:toc --><br \/>\n        <strong>Jakarta<\/strong> &#8211; <\/p>\n<p>Para ulama terdahulu yang karya-karyanya masih hidup sampai hari ini banyak yang menjalani kehidupannya dengan zuhud. Tak terkecuali Imam an-Nawawi.<\/p>\n<p>Menurut buku <em>Min A&#8217;lam As-Salaf<\/em> karya Syaikh Ahmad Farid yang diterjemahkan Masturi Irham dan Asmu&#8217;i Taman, kehidupan Imam an-Nawawi dipenuhi dengan wira&#8217;i (menjaga dari perkara yang haram), zuhud, kesungguhan mencari ilmu, amal saleh, nahi munkar, cinta kepada Allah SWT dan Rasulullah SAW.<\/p>\n<h2 id=\"biografi-singkat-imam-an-nawawi\">Biografi Singkat Imam An-Nawawi<\/h2>\n<p>Imam an-Nawawi lahir pada 631 H di Nawa, sebuah daerah yang masih bagian Damaskus. Ia memiliki nama lengkap Yahya bin Syaraf bin Muri bin Hasan bin Husain bin Muhammad bin Jum&#8217;ah bin Hizam Al-Hizam Al-Haurani Ad-Dimasyqi Asy- Syafi&#8217;i.<\/p>\n<p><!--s:parallaxindetail--><br \/>\n<!--e:parallaxindetail--><\/p>\n<p>Imam an-Nawawi kerap dipanggil Abu Zakariya karena namanya Yahya. Ini merupakan tradisi orang Arab ketika memanggil orang yang memiliki nama Yahya dengan maksud meniru Yahya nabi Allah SWT dan ayahnya, Zakariya.<\/p>\n<p>Sementara itu, dalam <em>Syarah Riyadhus Shalihin<\/em> yang ditulis Syaikh Salim bin &#8216;Ied Al-Hilali dan diterjemahkan M. Abdul Ghoffar dkk dikatakan, Imam an-Nawawi mendapat panggilan Abu Zakariya karena ia tidak menikah dan termasuk ulama yang membujang hingga akhir hayatnya.<\/p>\n<p><!--s:static_detail--><!--e:static_detail--><\/p>\n<p>Imam an-Nawawi memiliki gelar Muhyiddin. Namun, dirinya tidak suka dengan gelar ini karena sikap dan rasa tawadhu&#8217;nya kepada Allah SWT yang amat besar.<\/p>\n<h2 id=\"kisah-zuhud-imam-an-nawawi\">Kisah Zuhud Imam An-Nawawi<\/h2>\n<p>Masih diambil dari sumber yang sama, Imam An-Nawawi adalah orang yang sangat zuhud terhadap perkara dunia yang tidak penting.<\/p>\n<p>Zuhud sendiri diartikan sebagai tindakan meninggalkan sesuatu karena tidak butuh dan menganggap remeh terhadap sesuatu tersebut namun senang atau melakukan sesuatu yang lebih baik dari yang ditinggalkannya itu.<\/p>\n<p>Imam An-Nawawi bukan orang yang mudah tergiur dengan dunia beserta perhiasannya yang fana. Sikap zuhud Imam an-Nawawi tercermin dalam kesehariannya. Ia rela makan, minum, dan memiliki pakaian yang sedikit.<\/p>\n<p>Imam An-Nawawi biasanya memakan roti Al-Ka&#8217;k dan buah zaitun hauran yang dikirim ayahnya karena ia tidak memiliki waktu untuk memasak atau makan. Hanya makanan-makanan ini saja yang ia makan sehari-hari.<\/p>\n<p>Imam An-Nawawi tidak serakah bahkan sangat sederhana dalam berpakaian. Ia rela memakai pakaian yang ditambal dan menempati asrama yang disediakan untuk para siswa.<\/p>\n<p>Di dalam kamarnya pun dipenuhi dengan kitab-kitab. Apabila ada tamu yang hendak mengunjunginya, ia harus menumpuk kitab-kitab itu agar para tamu bisa memiliki ruang untuk masuk.<\/p>\n<p>Kezuhudan Imam an-Nawawi terhadap dunia juga tampak dari sikapnya yang lain. Ia tidak memasuki kamar mandi umum yang di dalamnya terdapat pemanas air dan tidak memakan buah-buahan karena menjalani wira&#8217;i.<\/p>\n<p>Zuhud Imam An-Nawawi sampai pada tahapan tidak punya waktu untuk menikah dengan wanita yang cantik atau memiliki budak perempuan. Ia menggunakan seluruh hidupnya semata-mata untuk nasihat, mendalami ilmu, mengajar, mengarang, ibadah, zuhud, terutama zuhud dari nafsu.<\/p>\n<p>Imam An-Nawawi telah menempatkan dirinya pada posisi yang berbahaya ketika ia menasihati pemerintah kala itu. Ia mengirim surat kepada Ibnu An-Najjar dengan mengatakan, &#8220;Alhamdulillah, aku termasuk orang yang suka meninggal dalam keadaan taat kepada Allah SWT.&#8221;<\/p>\n<p>Al-Yunini mengatakan, &#8220;Perkara yang menyebabkan ia berada di barisan terdepan dari para ulama adalah banyaknya zuhud, taat agama, dan wira&#8217;inya di dunia.&#8221;<\/p>\n<p>Imam an-Nawawi wafat pada 24 Rajab 676 H dan dimakamkan di kampung halamannya, Nawa. Ia meninggalkan karya-karya menjadi rujukan umat Islam hingga kini.<\/p>\n<p>Beberapa karya Imam an-Nawawi antara lain<em> Syarhu Shahiih Muslim, al-Adzkaar, al-Arba&#8217;uun an-Nawawiyyah, al-Isyaaraat ilaa Bayaanil Asmaa&#8217; al-Mubhamaat, at-Taqriib, Irsyaadu Thullaabil Haqaa&#8217;iq ilaa Ma&#8217;rifati Sunani Khairil Khalaa&#8217;iq, Syarhu Shahiih al-Bukhari, Syarhu Sunan Abi Dawud,<\/em> dan<em> Riyaadhus Shaalihiiin min kalaami Sayyidil Mursaliin<\/em>.<\/p>\n<p><\/p>\n<p>        <strong>(kri\/kri)<\/strong><\/p><\/div>\n<p><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/awsimages.detik.net.id\/api\/wm\/2022\/07\/13\/1254460065_169.jpeg?wid=54&amp;w=650&amp;v=1&amp;t=jpeg\"><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/www.detik.com\/hikmah\/kisah\/d-7094591\/zuhudnya-imam-an-nawawi-sampai-enggan-menikah?single=1\">Sumber : www.detik.com <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jakarta &#8211; Para ulama terdahulu yang karya-karyanya masih hidup sampai hari ini banyak yang menjalani kehidupannya dengan zuhud. Tak terkecuali Imam an-Nawawi. Menurut buku Min A&#8217;lam As-Salaf karya Syaikh Ahmad Farid yang diterjemahkan Masturi Irham dan Asmu&#8217;i Taman, kehidupan Imam an-Nawawi dipenuhi dengan wira&#8217;i (menjaga dari perkara yang haram), zuhud, kesungguhan mencari ilmu, amal saleh, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":1147,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[22927],"tags":[170,3091,24686,23204,24687],"class_list":["post-1146","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kisah","tag-hikmah","tag-imam-an-nawawi","tag-salafi","tag-sufi","tag-zuhud"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/islam.jumatberkah.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1146","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/islam.jumatberkah.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/islam.jumatberkah.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/islam.jumatberkah.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/islam.jumatberkah.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=1146"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/islam.jumatberkah.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1146\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/islam.jumatberkah.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=1146"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/islam.jumatberkah.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=1146"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/islam.jumatberkah.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=1146"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}