{"id":15821,"date":"2025-10-27T10:03:35","date_gmt":"2025-10-27T10:03:35","guid":{"rendered":"http:\/\/mati.byethost6.com\/2025\/10\/27\/3-makanan-ini-jangan-dipanaskan-karena-bisa-picu-masalah-kesehatan\/"},"modified":"2025-10-29T09:32:12","modified_gmt":"2025-10-29T02:32:12","slug":"3-makanan-ini-jangan-dipanaskan-karena-bisa-picu-masalah-kesehatan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/islam.jumatberkah.com\/?p=15821","title":{"rendered":"3 Makanan Ini Jangan Dipanaskan karena Bisa Picu Masalah Kesehatan"},"content":{"rendered":"<p><\/p>\n<div>\n<p>        <!-- S:Table of Content --><br \/>\n                <!-- E:Table of Content --><\/p>\n<p>        <strong>Jakarta<\/strong> &#8211; <\/p>\n<p>Memanaskan makanan memang bikin rasanya kembali nikmat. Namun hati-hati karena tak semua makanan cocok dipanaskan lagi, seperti makanan ini yang malah akan membahayakan kesehatan.<\/p>\n<p>Banyak orang lebih berselera saat menyantap hidangan hangat-hangat. Alhasil mereka kerap menghangatkan sisa makanan yang masih mau dimakan.<\/p>\n<p>Menggunakan microwave menjadi cara yang umum dilakukan karena praktis dan cepat. Namun perlu diketahui, tidak semua makanan cocok dipanaskan kembali.<\/p>\n<p><!--s:parallaxindetail--><br \/>\n<!--e:parallaxindetail--><\/p>\n<p>Mengutip <em>Daily Mail<\/em> (28\/11\/2024), ada 2 alasan utama mengapa beberapa makanan tidak cocok dipanaskan. Pertama, senyawa kimia dalam makanan bakal berubah ketika dipanaskan, memicu dihasilkannya senyawa beracun yang terkait masalah kesehatan, seperti kerusakan ginjal.<\/p>\n<p>Kedua, membiarkan beberapa jenis makanan dalam kondisi dingin sebelum akhirnya dipanaskan, dapat memicu pertumbuhan bakteri berbahaya, seperti E.coli dan listeria.<\/p>\n<p><!--s:static_detail--><!--e:static_detail--><\/p>\n<p>Ahli gizi Harini Bala mengungkap di akun TikTok miliknya @dietitianharinibala, 3 makanan yang terlarang dipanaskan karena bakal membahayakan kesehatan. Ini daftarnya:<\/p>\n<h2>1. Bayam<\/h2>\n<table align=\"center\" class=\"pic_artikel_sisip_table\">\n<tbody>\n<tr>\n<td>\n<div class=\"pic_artikel_sisip\" align=\"center\">\n<div class=\"pic\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/awsimages.detik.net.id\/community\/media\/visual\/2023\/08\/07\/1437295840.jpeg?w=800\" alt=\"View of Clear vegetable spinach served on white bowl Isolated on white background\" title=\"1437295840\" class=\"p_img_zoomin\"\/><span>Foto: Getty Images\/iStockphoto\/Rahmah Hastuti<\/span><\/div>\n<\/div>\n<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p>Bala mengungkap bayam mengandung senyawa asam oksalat yang tidak berbahaya jika bayam dimakan dalam kondisi mentah. Namun, setelah dipanaskan ulang, asam oksalat akan &#8216;mengkristal&#8217; dan menjadi &#8216;racun&#8217;. Dalam dosis tinggi, zat tersebut dapat meningkatkan risiko batu ginjal.<\/p>\n<p>Bala menambahkan, &#8220;Asam oksalat juga mengandung nitrat dan bakal berubah menjadi nitrit saat dipanaskan kembali. Ini beracun.&#8221;<\/p>\n<p>Nitrit adalah zat yang diperkirakan dapat bergabung dengan bahan kimia di usus untuk membentuk senyawa yang meningkatkan risiko berkembangnya tumor usus.<\/p>\n<p>Penelitian lain mengungkap daun bayam penuh dengan Listeria yang sering menyebabkan penyakit bawaan makanan. Para ahli mengatakan jika bayam tidak dimasak dengan tepat, bakteri di dalamnya masih mungkin hidup.<\/p>\n<p>Paparan terhadap bakteri Listeria dapat memicu demam, gejala seperti flu, sakit kepala, leher kaku, kebingungan, dan bahkan kejang.<\/p>\n<h2>2. Teh<\/h2>\n<table align=\"center\" class=\"pic_artikel_sisip_table\">\n<tbody>\n<tr>\n<td>\n<div class=\"pic_artikel_sisip\" align=\"center\">\n<div class=\"pic\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/awsimages.detik.net.id\/community\/media\/visual\/2022\/06\/03\/teh-hitam-vs-teh-susu.jpeg?w=725\" alt=\"Teh hitam vs teh susu, penjelasan mana teh yang paling sehat\" title=\"Teh hitam vs teh susu\" class=\"p_img_zoomin\"\/><span>Foto: Getty Images\/iStockphoto<\/span><\/div>\n<\/div>\n<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p>Bagi pencinta teh, jangan memanaskan kembali minuman favoritmu. Selain bikin rasanya semakin pahit, memanaskan teh akan meningkatkan kandungan tanin yang terasa asam.<\/p>\n<p>Menurut Bala, kondisi ini bisa membuat semua jenis bakteri yang tidak aktif dapat menjadi aktif di dalamnya. Karenanya sangat tidak disarankan untuk memanaskan ulang teh.<\/p>\n<h2>3. Nasi<\/h2>\n<table align=\"center\" class=\"pic_artikel_sisip_table\">\n<tbody>\n<tr>\n<td>\n<div class=\"pic_artikel_sisip\" align=\"center\">\n<div class=\"pic\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/awsimages.detik.net.id\/community\/media\/visual\/2024\/03\/09\/1281781733.jpeg?w=800\" alt=\"Hot cooked rice with steam rising.\" title=\"1281781733\" class=\"p_img_zoomin\"\/><span>Foto: Getty Images\/iStockphoto\/motosuke_moku<\/span><\/div>\n<\/div>\n<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p>Bala mengungkap nasi dingin tidak boleh dipanaskan kembali. Ketika nasi sudah dingin, maka mungkin mengandung Bacillus cereus yaitu bakteri pembentuk spora yang biasanya ditemukan di tanah dan sayuran.<\/p>\n<p>Namun spora tersebut tahan panas. Jadi meskipun kamu memanaskannya kembali, risiko bahaya dari Bacillus cereus tidak akan hilang.<\/p>\n<p>Gejala penyakit akibat Bacillus cereus meliputi muntah, diare, dan kram perut. Menurut Bala, ada beberapa aturan yang dapat kamu ikuti untuk membatasi risiko penularan bakteri tersebut.<\/p>\n<p>&#8220;Nasi masih bisa dipanaskan jika sebelumnya disimpan di kulkas dalam wadah kedap udara, dalam rentang 2 jam setelah dimasak.&#8221; ujar Bala.<\/p>\n<p>Namun, jika kamu memasak nasi di pagi hari, membiarkannya di luar, dan menyimpannya di kulkas pada malam hari untuk dimakan keesokan harinya, maka ada kemungkinan besar terbentuknya Bacillus cereus.<\/p>\n<p>Tahun lalu, viral kisah pria 20 tahun meninggal karena makan pasta. Pria anonim asal Belgia itu sebelumnya makan spaghetti yang dipanaskan ulang setelah dibiarkan di dapur selama 5 hari.<\/p>\n<p>Ia dilaporkan mengalami berbagai gejala tak lama setelah memakan pasta tersebut. Pria itu merasa mual, sakit perut, sakit kepala, diare, dan muntah.<\/p>\n<p>Ia meninggal dalam waktu 10 jam. Hasil otopsi menemukan bahwa pria itu menderita nekrosis hati sentrilobular sedang, yang menyebabkan organ-organnya mati.<\/p>\n<p>Dokter yang meneliti kasus tersebut dalam Jurnal Mikrobiologi Klinis mengatakan Bacillus cereus kemungkinan besar menjadi penyebabnya.<\/p>\n<p>        <strong>(adr\/odi)<\/strong><\/p><\/div>\n<p><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/awsimages.detik.net.id\/api\/wm\/2020\/08\/01\/kakek-2_169.jpeg?wid=54&amp;w=1200&amp;v=1&amp;t=jpeg\"><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/food.detik.com\/info-sehat\/d-7667259\/3-makanan-ini-jangan-dipanaskan-karena-bisa-picu-masalah-kesehatan?single=1\">Sumber : food.detik.com <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jakarta &#8211; Memanaskan makanan memang bikin rasanya kembali nikmat. Namun hati-hati karena tak semua makanan cocok dipanaskan lagi, seperti makanan ini yang malah akan membahayakan kesehatan. Banyak orang lebih berselera saat menyantap hidangan hangat-hangat. Alhasil mereka kerap menghangatkan sisa makanan yang masih mau dimakan. Menggunakan microwave menjadi cara yang umum dilakukan karena praktis dan cepat. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":113,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[26461],"tags":[45167,45168,45169],"class_list":["post-15821","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-makanan-sehat","tag-aturan-memanaskan-makanan","tag-makanan-yang-berbahaya-jika-dipanaskan","tag-memanaskan-makanan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/islam.jumatberkah.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/15821","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/islam.jumatberkah.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/islam.jumatberkah.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/islam.jumatberkah.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/islam.jumatberkah.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=15821"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/islam.jumatberkah.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/15821\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/islam.jumatberkah.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=15821"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/islam.jumatberkah.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=15821"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/islam.jumatberkah.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=15821"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}