{"id":1584,"date":"2025-08-22T09:26:57","date_gmt":"2025-08-22T09:26:57","guid":{"rendered":"http:\/\/islam.jumatberkah.com\/b\/?p=1584"},"modified":"2025-08-22T09:26:57","modified_gmt":"2025-08-22T09:26:57","slug":"kisah-nuaiman-dan-hadiah-madu-untuk-rasulullah-saw","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/islam.jumatberkah.com\/?p=1584","title":{"rendered":"Kisah Nuaiman dan Hadiah Madu untuk Rasulullah SAW"},"content":{"rendered":"<p><\/p>\n<div>\n        <!-- s:toc --><br \/>\n                <!-- e:toc --><br \/>\n        <strong>Jakarta<\/strong> &#8211; <\/p>\n<p>Nabi Muhammad SAW memiliki sahabat yang terkenal jahil dan sering membuat orang lain tertawa. Nu&#8217;aiman bin Ibnu Amr bin Raf&#8217;ah namanya, ia merupakan sahabat Rasulullah yang berasal dari kalangan Anshar.<\/p>\n<p>Dalam beberapa catatan sejarah, dijelaskan bahwa Nabi Muhammad kerap tertawa dan gembira bila berada di dekat Nu&#8217;aiman saking jenakanya pria tersebut. Berkaitan dengan itu, ada sebuah kisah lucu mengenai Nu&#8217;aiman memberikan hadiah madu untuk Rasulullah.<\/p>\n<p>Mengutip dari buku Janibal Ma&#8217;rifat tulisan Dafiq Rohman, suatu hari Nu&#8217;aiman membeli madu dari seorang Badui. Tanpa membayarnya, dia mengajak orang tersebut menghadap Rasulullah SAW dan menyerahkan madu tersebut kepada beliau sebagai tanda hadiah.<\/p>\n<p><!--s:parallaxindetail--><br \/>\n<!--e:parallaxindetail--><\/p>\n<p>Tanpa sepengetahuan Rasulullah dan orang lain yang hadir, Nu&#8217;aiman berkata kepada orang Badui tersebut, &#8220;Mintalah bayarannya di sini,&#8221;<\/p>\n<p>Setelah menerima hadiah itu, Nabi Muhammad pun merasa senang. Terlebih madu merupakan makanan kesukaan beliau.<\/p>\n<p><!--s:static_detail--><!--e:static_detail--><\/p>\n<p>Hadiah dari Nu&#8217;aiman itu kemudian dibagikan kepada orang yang hadir sampai habis. Sementara orang Badui yang menjual madu menunggu pembayaran madu yang dibeli Nu&#8217;aiman, tetapi hal itu tak kunjung ia terima hingga akhirnya bertanyalah dia kepada Rasulullah,<\/p>\n<p>&#8220;Apa maduku tidak akan dibayar?&#8221;<\/p>\n<p>Mendengar pertanyaan orang Badui tersebut, Rasulullah tersadar bahwa tidak ada yang berani melakukan hal ini kecuali sahabatnya yang usil, yaitu Nu&#8217;aiman. Beliau lalu menghampiri Nu&#8217;aiman dan bertanya mengapa dia melakukan hal tersebut.<\/p>\n<p>&#8220;Aku ingin berbuat baik kepadamu, tetapi aku tidak memiliki apa-apa,&#8221; jawab Nu&#8217;aiman.<\/p>\n<p>Alih-alih marah, Nabi Muhammad justru tertawa mendengar jawaban sahabatnya yang jahil itu. Beliau lalu segera membayar madu yang telah habis dibagikan itu.<\/p>\n<p>Di kesempatan yang lain, ada juga kisah mengenai Nu&#8217;aiman yang menyembelih unta milik tamu Nabi Muhammad SAW. Menurut kisah yang diceritakan oleh Abu as-Syaikh al-Ashbahani dalam Akhlaq an-Nabi wa Adalubuhu, suatu ketika ada ada orang Arab pedalaman yang datang mengendarai untanya dan berhenti di depan pintu Masjid Nabawi.<\/p>\n<p>Setelahnya, orang tersebut masuk menemui Rasulullah. Sementara Hamzah ibn Abdul Muthalib tengah duduk bersama beberapa Muhajirin dan Anshar, Nu&#8217;aiman menjadi salah satunya.<\/p>\n<p>Kemudian, mereka berkata kepada Nu&#8217;aiman, &#8220;Hebat, untanya itu gemuk. Maukah kamu menyembelihnya karena kita benar-benar ingin makan daging? Andaikan kamu melakukannya, pastilah Rasulullah SAW akan berutang untuk membayarnya, dan kita pun bisa makan daging,&#8221;<\/p>\n<p>Mendengar itu, Nu&#8217;aiman berkata, &#8220;Tapi jika aku melakukannya dan kalian memberitahukan perbuatanku kepada Rasulullah SAW, pastilah beliau memarahiku,&#8221;<\/p>\n<p>&#8220;Kamu (kami anggap) tidak melakukan apa-apa!&#8221; jawab mereka.<\/p>\n<p>Tanpa pikir panjang, Nu&#8217;aiman segera menyembelih unta tersebut lalu pergi buru-buru. Dia melewati Miqdad bin Amru yang baru selesai menggali sebuah lubang, ia berkata<\/p>\n<p>&#8220;Wahai Miqdad, sembunyikan aku di dalam lubang ini. Tutupilah aku dan jangan tunjukkan tempatku kepada siapa pun karena aku telah melakukan sesuatu,&#8221;<\/p>\n<p>Miqdad menuruti Nu&#8217;aiman, ketika orang Arab itu keluar, betapa terkejutnya ia mendapati untanya sudah mati. Rasulullah lalu keluar dari rumahnya dan bertanya siapa yang melakukan hal tersebut.<\/p>\n<p>Para sahabat lantas menjawab bahwa itu perbuatan Nu&#8217;aiman. Kemudian Rasulullah dan para sahabat mencari Nu&#8217;aiman, setelah ditemukan ia lantas berkata,<\/p>\n<p>&#8220;Demi Dia yang mengutusmu membawa kebenaran yang telah menyuruhku melakukannya adalah Hamzah dan teman-temannya. Mereka mengatakan begini dan begitu,&#8221;<\/p>\n<p>Nabi Muhammad lalu meminta orang Arab pedalaman itu agar merelakan untanya, ia juga bersabda:<\/p>\n<p>&#8220;Unta ini menjadi urusan kalian (harus kalian bayar), dan mereka pun memakannya,&#8221;<\/p>\n<p><\/p>\n<p>        <strong>(aeb\/nwk)<\/strong><\/p><\/div>\n<p><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/awsimages.detik.net.id\/api\/wm\/2022\/12\/23\/ilustrasi-nabi_169.jpeg?wid=54&amp;w=650&amp;v=1&amp;t=jpeg\"><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/www.detik.com\/hikmah\/kisah\/d-6739705\/kisah-nuaiman-dan-hadiah-madu-untuk-rasulullah-saw?single=1\">Sumber : www.detik.com <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jakarta &#8211; Nabi Muhammad SAW memiliki sahabat yang terkenal jahil dan sering membuat orang lain tertawa. Nu&#8217;aiman bin Ibnu Amr bin Raf&#8217;ah namanya, ia merupakan sahabat Rasulullah yang berasal dari kalangan Anshar. Dalam beberapa catatan sejarah, dijelaskan bahwa Nabi Muhammad kerap tertawa dan gembira bila berada di dekat Nu&#8217;aiman saking jenakanya pria tersebut. Berkaitan dengan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":1585,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[22927],"tags":[170,2766,1939],"class_list":["post-1584","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kisah","tag-hikmah","tag-kisah","tag-nu"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/islam.jumatberkah.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1584","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/islam.jumatberkah.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/islam.jumatberkah.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/islam.jumatberkah.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/islam.jumatberkah.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=1584"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/islam.jumatberkah.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1584\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/islam.jumatberkah.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=1584"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/islam.jumatberkah.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=1584"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/islam.jumatberkah.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=1584"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}