{"id":226,"date":"2025-10-21T23:48:29","date_gmt":"2025-10-21T16:48:29","guid":{"rendered":"http:\/\/www.jumatberkah.com\/20-puisi-hari-santri-yang-penuh-semangat-dan-makna-perjuangan\/"},"modified":"2025-10-21T23:48:29","modified_gmt":"2025-10-21T16:48:29","slug":"20-puisi-hari-santri-yang-penuh-semangat-dan-makna-perjuangan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/islam.jumatberkah.com\/?p=226","title":{"rendered":"20 Puisi Hari Santri yang Penuh Semangat dan Makna Perjuangan"},"content":{"rendered":"<p><\/p>\n<div xmlns:default=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\">\n        <!-- s:toc --><\/p>\n<p>        <!-- e:toc --><br \/>\n        <strong>Jakarta<\/strong> &#8211; <\/p>\n<p>Hari Santri Nasional diperingati setiap 22 Oktober untuk mengenang perjuangan para santri yang ikut berperan dalam mempertahankan kemerdekaan dan menegakkan ajaran Islam di Indonesia. Peringatan ini juga menjadi pengingat agar semangat belajar dan keikhlasan santri tetap hidup di hati generasi muda.<\/p>\n<p>Dalam buku <em>Puisi adalah Senjata<\/em> karya Gagak Lumayung disebutkan bahwa penetapan Hari Santri dilakukan oleh Presiden Joko Widodo melalui Keputusan Presiden Nomor 22 Tahun 2015 yang ditandatangani pada 15 Oktober 2015.<\/p>\n<p>Untuk memeriahkan Hari Santri, banyak kegiatan digelar di pesantren dan sekolah, salah satunya pembacaan puisi. Lewat puisi, semangat dan perjuangan santri bisa disampaikan dengan cara yang menyentuh.<\/p>\n<p><!--s:parallaxindetail--><br \/>\n<!--e:parallaxindetail--><\/p>\n<p>Berikut beberapa puisi bertema Hari Santri yang bisa dijadikan inspirasi, yang dirangkum dari buku<em> Kepergian Sang Cinta<\/em> susunan Ilzha Nifadzatiz Zulfa, dkk, <em>Untaian Sajak di Balik Bilik Pesantren<\/em> karya Tim Mediasantri, <em>Kumpulan Puisi Santri MAWI <\/em>oleh Santri MAWI Kebarongan, <em>Segalanya Santri, Santri Segalanya<\/em> susunan Coretsyav dkk, <em>Puisi adalah Senjata<\/em> tulisan Gagak Lumayung, dan Puisi &#8220;Selamat Hari Santri&#8221; karya Tito Dhani Muharam.<\/p>\n<p><!--s:static_detail--><!--e:static_detail--><\/p>\n<p>Kumpulan Puisi Hari Santri<\/p>\n<h3 id=\"1-kang-santri\">1. Kang Santri<\/h3>\n<p>Oleh: Gagak Lumayung<\/p>\n<p>Kang Santri<br \/>Kau yang menimba ilmu agama suci<br \/>Kau yang bertekad dalam hati<br \/>Tuk perluas wawasan Islami.<\/p>\n<p>Kang Santri<br \/>Kau, kusebut demikian<br \/>Kau istiqomah dalam mengaji<br \/>Kau perjuangkan kemuliaan.<\/p>\n<p>Kang Santri&#8230;<br \/>Kau menjaga tata krama<br \/>Kau hormati para Kiai<br \/>Kau penerus para Ulama.<\/p>\n<p>O engkau, kusebut Kang Santri&#8230;<br \/>Namamu ranum di dalam hati<br \/>Kau tegakkan kalam Ilahi<br \/>Kau pewaris perjuangan Nabi.<\/p>\n<h3 id=\"2-selamat-hari-santri\">2. Selamat Hari Santri<\/h3>\n<p>Oleh: Tito Dhani Muharam<\/p>\n<p>Selamat Hari Santri<br \/>Seluruh hariku dimulai dengan rapi<br \/>Diatur dan dididik dengan baik<br \/>Di suatu tempat yang sangat apik.<\/p>\n<p>Di saat hari masih gelap gulita<br \/>Saat semuanya masih terlelap dalam tidurnya<br \/>Kupaksakan tubuhku untuk terbangun<br \/>Demi mencari ganjaran baik di dunia.<\/p>\n<p>Kumandangkan azan dari surau lawas yang masih berdiri kokoh<br \/>Tatkala suara azan dari lisanku menggema<br \/>Bangunlah setiap muslim dari tidurnya<br \/>Mulailah hari seorang santri dengan menjalankan salat<br \/>Tak lupa zikir dan berdoa kepada Sang Pencipta yang Maha Agung.<\/p>\n<p>Selamat Hari Santri<br \/>Setiap hariku selalu menimba ilmu, mengaji, dan tak lupa mengabdi<br \/>Diajarkan untuk tunduk dan berbakti pada Sang Kiai<br \/>Demi mengharap berkah dan barokah dari ilmu yang kita raih.<\/p>\n<p>Diriku adalah seorang santri<br \/>Kita tidak diarahkan hanya untuk bersolek dan berpangku tangan<br \/>Kita merangkul kitab suci Al-Qur&#8217;an dan Hadis Nabi<br \/>Sebagai pedoman untuk menjadi penerus bangsa yang bermoral dan berakhlakul karimah.<\/p>\n<p>Jalanku sebagai santri<br \/>Hanya ingin menjadi manfaat bagi orang lain<br \/>Bisa menerapkan ilmu islami dalam lembar-lembar kehidupan<br \/>Menjadi seorang pemimpin yang berpikiran bersih, pemberani, dan berhati luhur.<\/p>\n<p>Kuatkan ikatan sarungmu<br \/>Mari kita berjuang untuk memutus mata rantai kekacauan di negara yang tercinta ini.<br \/>Selamat Hari Santri!<\/p>\n<h3 id=\"3-akulah-santri\">3. Akulah Santri<\/h3>\n<p>Oleh: Indah Sari Putri<\/p>\n<p>Akulah santri&#8230;<br \/>Ku kan berjanji<br \/>Untuk mengabdikan diri<br \/>Tuk agama dan negeri ini.<\/p>\n<p>Ku bertekad dan bersumpah<br \/>Untuk mati dalam keadaan muslim<br \/>Lurus di atas kebenaran yang nyata<br \/>Menentang orang-orang yang sesat lagi menyesatkan.<\/p>\n<p>Tak pernah ada rasa sedih<br \/>Tak kenal lelah dan letih<br \/>Sebelum impian dapat kuraih<br \/>Dengan hati tulus dan jernih.<\/p>\n<p>Ya Allah&#8230;<br \/>Setiap hembus nafasku adalah dzikirku kepada-Mu<br \/>Setiap denyut nadiku adalah doaku pada-Mu<br \/>Setiap jantungku adalah tasbihku kepada-Mu<br \/>Setiap langkahku, ku selalu mengingat-Mu<br \/>Setiap sujudku, kubersujud akan nikmat-Mu.<\/p>\n<p>Ya Allah&#8230;<br \/>Penuhilah hatiku dengan cahaya-Mu<br \/>Lapangkanlah dadaku dengan kelimpahan iman pada-Mu<br \/>Hidupkanlah hatiku dengan ma&#8217;rifat kepada-Mu.<\/p>\n<p>Ya Allah&#8230;<br \/>Ku serahkan seluruh hidupku hanya pada-Mu<br \/>Ku serahkan jiwa dan ragaku hanya pada-Mu<br \/>Karena semua itu milik-Mu.<\/p>\n<h3 id=\"4-pembela-agama-dan-negara\">4. Pembela Agama dan Negara<\/h3>\n<p>Oleh: Alfarida<\/p>\n<p>Santri harapan bangsa<br \/>Penerus para ulama<br \/>Pembela agama<br \/>Pemersatu umat di nusantara.<\/p>\n<p>Hati yang begitu suci<br \/>Di dalam terdapat jiwa Qur&#8217;ani<br \/>Untuk selalu mengimani<br \/>Kepada Ilahi Rabbi.<\/p>\n<p>Keinginan untuk berusaha<br \/>Setia semangat yang luar biasa<br \/>Demi menjadi santri yang berguna<br \/>Untuk menegakkan bangsa dan negara.<\/p>\n<p>Di tengah malam yang begitu sunyi<br \/>Kau terbangun sendiri<br \/>Untuk melakukan sembahyang kepada Allahu Rabbi<br \/>Agar mendapat ridha kelak di akhir nanti.<\/p>\n<p>Pengorbanan yang kau berikan<br \/>Demi kehidupan di masa depan<br \/>Rela menahan sebuah kerinduan<br \/>Yang ingin selalu berada di kampung halaman.<\/p>\n<p>Kau tak pernah lelah<br \/>Dalam bermuroja&#8217;ah<br \/>Agar hidup menjadi sejarah<br \/>Menuju jalan yang cerah.<\/p>\n<p>Perjuanganmu begitu berat<br \/>Tetapi kau lalui dengan semangat dan kuat<br \/>Agar menjadi santri yang bermanfaat.<\/p>\n<p>Wahai para santri!<br \/>Marilah kita berkarya<br \/>Dalam hal yang luar biasa<br \/>Untuk membangun Indonesia<br \/>Agar menjadi sejahtera.<\/p>\n<p>Santri bagaikan mentari<br \/>Yang akan menyinari negeri ini<br \/>Dengan keimanan di dalam hati<br \/>Terpancar dalam sanubari<br \/>Dan kesungguhan dalam mempertahankan NKRI.<\/p>\n<p>Wahai para santri!<br \/>Marilah kita bangkit bersama<br \/>Dengan rasa semangat yang membara<br \/>Meskipun jauh dari orang tua<br \/>Tapi buktikan kita bisa mencapai cita-cita<br \/>Dan menjadi pribadi insan yang mulia.<\/p>\n<p>Wahai santri<br \/>Kau laksana cahaya<br \/>Seperti di dalam lentera<br \/>Yang akan menyinari seluruh Indonesia<br \/>Bahkan sampai ke penjuru dunia.<\/p>\n<h3 id=\"5-seutas-makna-santri\">5. Seutas Makna Santri<\/h3>\n<p>Oleh: Wahyu Hidayaul K.<\/p>\n<p>Ketika goresan tinta memenuhi kertas putih<br \/>Dengan segenap tekad yang menjalar bersih<br \/>Semangat menuntut ilmu diraih dengan gigih<br \/>Walau keringat bercucuran tak kenal letih.<\/p>\n<p>Bagaikan bulan yang menyinari bumi<br \/>Menyalurkan kehangatan di malam yang sunyi<br \/>Sebuah insan dengan akhlak budi pekerti<br \/>Mengerahkan jiwa raga untuk kesatuan NKRI.<\/p>\n<p>Suatu insan yang memiliki makna sejati<br \/>Dengan iman, Islam, dan ihsan yang terpatri dalam hati<br \/>Sebuah nama yang terukir dalam sanubari<br \/>Dialah santri, masa depan kebanggaan negeri.<\/p>\n<h3 id=\"6-ikhlas-menjadi-santri\">6. Ikhlas Menjadi Santri<\/h3>\n<p>Oleh: Selfiana Jamil<\/p>\n<p>Ikhlasku menjadi santri<br \/>Mengabdi pada agama dan negeri<br \/>Memantapkan hati<br \/>Di jalan Sang Ilahi.<\/p>\n<p>Ketika zaman semakin gila<br \/>Peraturan sudah dianggap tiada<br \/>Santri akan tetap setia<br \/>Meluruskan setiap pertentangan yang ada.<\/p>\n<p>Ikhlasku mengabdi pada negeri<br \/>Mencari ridha Sang Ilahi<br \/>Meski rintangan tak mau menepi<br \/>Hanya Allah lah penyemangat hati.<\/p>\n<h3 id=\"7-santri\">7. Santri<\/h3>\n<p>Oleh: Rizka Amalia R.<\/p>\n<p>Azan Subuh telah dikumandangkan<br \/>Pertanda sang fajar menggantikan sinar rembulan.<br \/>Lantunan ayat suci Al-Qur&#8217;an yang begitu menyenangkan<br \/>Menyejukkan hati, menjernihkan pikiran.<\/p>\n<p>Kulangkahkan kaki tanpa keraguan<br \/>Dengan semangat jiwa yang menggelegar.<br \/>Hati ini kumantapkan pada jalan kebenaran<br \/>Dengan penuh keikhlasan, tiada paksaan.<\/p>\n<p>Kugerakkan anganku untuk menjadi kenyataan<br \/>Menimba ilmu guna meraih tahta di masa depan.<br \/>Meraih kesuksesan dengan penuh keyakinan<br \/>Tanpa ingkar atas segala nikmat yang Tuhan berikan.<\/p>\n<h3 id=\"8-santri-harus-bertekad-di-jalannya\">8. Santri Harus Bertekad di Jalannya<\/h3>\n<p>Oleh: Siti Nur Azizah<\/p>\n<p>Aku bangga menjadi seorang santri<br \/>Jauh dari orang tua dan keluarga tak menjadikanku sepi.<br \/>Aku bahagia dalam mencari ilmu dan mengaji,<br \/>Itu pun untuk masa depanku nanti.<\/p>\n<p>Jadi santri tidaklah sulit untuk masa kini,<br \/>Di mana santri harus beraktivitas setiap hari,<br \/>Dalam mencari ilmu yang pasti<br \/>Dan berijtihad di dalamnya dengan setulus hati.<\/p>\n<p>Aku bangga menjadi santri,<br \/>Karena santri harapan negeri,<br \/>Menuntut ilmu kepada ridha Sang Ilahi,<br \/>Dan punya wawasan yang tinggi.<\/p>\n<h3 id=\"9-suluk-santri-peradaban-santri\">9. Suluk Santri Peradaban Santri<\/h3>\n<p>Oleh: Nova Putri Diana<\/p>\n<p>Fajar kidzib menjadi saksi jihad santri,<br \/>Mendekap tenang,<br \/>Menghadap nahi,<br \/>Diam dalam remang.<\/p>\n<p>Semesta menjadi saksi semangat juang santri,<br \/>Semangat kebangsaan melebur dalam nurani,<br \/>Mengakar dalam hati.<\/p>\n<p>Santri adalah penggerak,<br \/>Bergerak membawa perubahan,<br \/>Bergerak untuk pertahanan,<br \/>Bergerak membangun peradaban<br \/>Untuk agama dan negeri,<br \/>Menuju Indonesia yang hakiki.<\/p>\n<h3 id=\"10-kamar-kenangan\">10. Kamar Kenangan<\/h3>\n<p>Oleh: Muhammad Fathurrozaq<\/p>\n<p>Sayup kornea tak pernah ingkar,<br \/>Ia butuh janji yang perlu ditepati.<br \/>Bersama bulan, bersama dinginnya malam,<br \/>Selimut engkau siapkan,<br \/>Wewangian engkau haturkan,<br \/>Untuk rebahku,<br \/>Untuk tenangku.<\/p>\n<p>Tembok itu jadi saksi,<br \/>Kalam Ilahi menengok senyapku.<br \/>Yang mengira pulas tidurku,<br \/>Tapi sejatinya aku memikirkanmu.<\/p>\n<h3 id=\"11-terompah-kiai\">11. Terompah Kiai<\/h3>\n<p>Oleh: Dwi Dian Wigati<\/p>\n<p>Kecil, mungil, dan aneh wujudmu,<br \/>Terakit kuat kayu dan karet.<br \/>Walau ribuan kilo jarak,<br \/>Kau tetap kokoh,<br \/>Bagaikan wejangan kiai.<\/p>\n<p>Tak lekang oleh waktu,<br \/>Tak lapuk oleh hujan.<\/p>\n<p>Terompah,<br \/>Aku cemburu padamu,<br \/>Ke sana kemari bersama kiai, serentak.<br \/>Andai dunia berputar seperti bola,<br \/>Aku ingin sepertimu,<br \/>Bahkan selaksa tanah.<\/p>\n<p>Sahabat karib dakwah pengharap ridha-Nya,<br \/>Arif nan bijaksana,<br \/>Sabar nan tawadlu&#8217;.<\/p>\n<h3 id=\"12-catatan-santri\">12. Catatan Santri<\/h3>\n<p>Oleh: Mahalasari<\/p>\n<p>Menjadi santri juga pelajar adalah pilihan,<br \/>Sembari memilah-milah haluan masa depan.<br \/>Jika perjuangan merupakan kawan,<br \/>Bisakah idealisme menjadi sebuah kemewahan?<\/p>\n<p>Katanya&#8230; masa depan ialah harapan<br \/>Yang akan dipenuhi dengan semangat para pahlawan muda.<br \/>Lantas, akan dilukis tinta seperti apa periode kalian?<\/p>\n<p>Semuanya memang masih terkesan semu,<br \/>Namun, apa makna hidup pelajar tanpa terpelajar?<br \/>Manfaatkanlah waktu, jangan hanya sekadar berselancar,<br \/>Seperti kegiatan setiap menit bahkan detik berlalu<br \/>Dengan hanya menatap layar.<\/p>\n<p>Nikmatilah proses dengan menghilangkan kebiasaan merunduk,<br \/>Jangan menjadi generasi penunduk.<br \/>Sebab prestasi bukan hanya sekadar eksistensi,<br \/>Apalagi jika hanya sebagai pengakuan diri.<\/p>\n<p>Namun prestasi adalah pengabdian diri terhadap bangsa ini,<br \/>Menuju generasi milenial yang mandiri.<br \/>Santri sekaligus pembelajar&#8230;<br \/>Jangan hanya menunduk kaku,<br \/>Menyelami layar gadget dengan tangan berpangku.<\/p>\n<p>Mari tegakkan dagu,<br \/>Sebab santri terpelajar akan selalu ingin tahu.<br \/>Dengan membaca beragam buku-buku,<br \/>Bukan hanya satu macam namun bertumpuk-tumpuk.<\/p>\n<p>Bukan hanya menyebar berita hoaks melulu,<br \/>Generasi cerdas adalah mereka yang selalu ingin menjadi yang terdepan.<br \/>Menegakkan pandangan dengan penuh keyakinan,<br \/>Bahwa masa depan ada dalam genggaman.<\/p>\n<p>Jangan takut dan gentar,<br \/>Dengan terjatuh kalian akan utuh.<br \/>Dengan terbentur kalian akan bersyukur,<br \/>Sebab Indonesia memang harus dimerdekakan<br \/>Oleh para pemuda yang berkorban dan dikatakan<br \/>Sebagai pejuang kemerdekaan.<\/p>\n<p>Demi lestarinya budaya Nusantara<br \/>Yang dinamakan Indonesia Raya.<br \/>Merdeka!<\/p>\n<h3 id=\"13-untaian-permata\">13. Untaian Permata<\/h3>\n<p>Oleh: Kamalia Puspitasari<\/p>\n<p>Suara khas, menoreh dalam pendengaran,<br \/>Menyentuh hati yang beku,<br \/>Seketika merasuk dalam benih kalbu,<br \/>Hingga keruh menjadi sejernih air wudu.<\/p>\n<p>Untaian permata serta dalil-dalilnya<br \/>Benar-benar nyata,<br \/>Terbawa aku dalam perahu petuah<br \/>Dengan berbagai jurus ahlinya.<\/p>\n<p>Hingga terus mendayung, temukan permata,<br \/>Rintangan menjadi penyangga<br \/>Yang patut dikalahkan<br \/>Demi seuntai permata yang berharga.<\/p>\n<p>Yang nantinya menjadi wujud nasihat<br \/>Bagi jiwa santri seperti kami,<br \/>Butuh siraman rohani dari kiai,<br \/>Apalagi sudah ikut dalam perahu petuahnya.<\/p>\n<h3 id=\"14-sandal-perjuangan\">14. Sandal Perjuangan<\/h3>\n<p>Oleh: Silva A.F.<\/p>\n<p>Kang, sandalmu, kang,<br \/>Masih setiakah kau pakai melangkah menyusuri jalanan,<br \/>Menuju masjid di lampu merah perempatan?<br \/>Atau kini sudah hilang, saat bolos diniyah malam-malam?<\/p>\n<p>Sandalmu, kang,<br \/>Masih setiakah kau bawa berangkat jumatan di shaf paling depan?<br \/>Atau malah kau pakai nongkrong di warung mi ayam seberang jalan,<br \/>Lalu pulang membawa sandal orang?<\/p>\n<p>Sandalmu, kang,<br \/>Masih setiakah menemanimu ro&#8217;an dan piket keamanan?<br \/>Atau kini tak lagi sepasang?<br \/>Hilang, sesaat setelah kau taruh serampangan.<\/p>\n<p>Di tengah kegalauan, kau putuskan berjalan dengan kaki telanjang,<br \/>Agar tak merugikan orang, tak membuat berang, dan melatih kesabaran.<br \/>Bukan karena tak punya uang.<\/p>\n<p>Jika itu yang kau lakukan,<br \/>Maka kuucapkan selamat, kang.<br \/>Engkau telah menemukan hakikat keikhlasan, ruh perjuangan.<br \/>Sandalmu telah menghantarkanmu menjadi<br \/>Seorang pejuang yang tak patah arang,<br \/>Dan nafsu dunia tak lagi membuatmu terkekang.<\/p>\n<h3 id=\"15-lambang-kami-dengan-arti\">15. Lambang Kami dengan Arti<\/h3>\n<p>Oleh: Muhammad Fathurrozaq<\/p>\n<p>Hijau kami tanda kesuburan,<br \/>Kesan bakti dengan kesejukan.<br \/>Kuning kami berarti himmah,<br \/>Juang terus di dalam lillah.<\/p>\n<p>Bulat kami tanpa sudut,<br \/>Tekad kami tanpa surut.<br \/>Tiga titik jadi acuan,<br \/>Gapai mimpi dengan harapan.<\/p>\n<p>Enam garis, tak diragukan,<br \/>Dua kitab, tak direndahkan.<br \/>Bulu angsa bersilang mantap,<br \/>Waris sintesa tanpa sekap.<\/p>\n<p>Jaya kami adalah senyum umat,<br \/>Sedih kami berarti sesal rakyat.<br \/>Keringat berkucur untuk akibat,<br \/>Lelah ini tanpa suatu sebab.<\/p>\n<p>Bangunlah, wahai perwira muda,<br \/>Agama dan negara bergantung kita.<br \/>Rapatkan barisan tanpa mundur,<br \/>Serta tercapai adil makmur.<\/p>\n<h3 id=\"16-hijaiyah-cinta\">16. Hijaiyah Cinta<\/h3>\n<p>Oleh: Dwi Dian Wigati<\/p>\n<p>Setiap detik,<br \/>menyelami kalam firman-Mu, anugerah.<br \/>Setiap hijaiyah dari-Mu sepuluh kebaikan yang merekah,<br \/>satu hijaiyah menumbuhkan semerbak cinta dalam kalbu,<br \/>melukis langit biru nan indah,<br \/>membangun rumah di surga nantinya.<\/p>\n<p>Setiap dentang jam muroja&#8217;ah,<br \/>setiap detik dan menit muroja&#8217;ah,<br \/>menghantam milyaran penyakit yang memforsir pikiran sendu,<br \/>mengajari kesabaran dan memberikan ketenangan syahdu.<\/p>\n<p>Fuadku selalu tersenyum dan berkata,<br \/>sungguh agung nan mulia firman-Nya.<br \/>Bagaimana mungkin aku tak cinta,<br \/>jika hati yang menjerit, menangis darah,<br \/>mampu terobati, tenang,<br \/>bagai disiram air telaga surga Kautsar.<\/p>\n<p>Bagaimana mungkin aku tak cinta,<br \/>jika akal dan pikiran gelap gulita<br \/>menjadi terang benderang.<br \/>Bagaimana mungkin aku tak cinta,<br \/>jika karenamu aku mendapat ridha-Nya.<\/p>\n<p>Hamba, hanya insan lemah pengharap berkah dan rahmat-Nya,<br \/>hanya dengan bismillah daku melangkah,<br \/>meniti lembah-lembah firman-Nya.<\/p>\n<h3 id=\"17-lalaran\">17. Lalaran<\/h3>\n<p>Oleh: Kamalia Puspitasari<\/p>\n<p>Senandung syair karya santri,<br \/>terdengar syahdu serta fasih.<br \/>Gendangannya dari mulut sendiri,<br \/>elok dan juga mudah diingat.<\/p>\n<p>Paduan suaranya antik,<br \/>penyanyi dangdut pun kalah.<br \/>Masih asyik lalaran santri,<br \/>nadzomannya, nadanya,<br \/>berpadu dalam satu alunan,<br \/>menghayati serta mengingat<br \/>dalam setiap lariknya.<\/p>\n<h3 id=\"18-santri-dan-tinggi\">18. Santri dan Tinggi<\/h3>\n<p>Oleh: Dwi Dian Wigati<\/p>\n<p>Tak ada sekat,<br \/>sahabat karib di malam senyap.<br \/>Hitam pekat mulut penghujat,<br \/>makan darah-darah muda,<br \/>makan darah-darah muda,<br \/>makan darah-darah muda.<\/p>\n<p>Darah para santri dirgantara,<br \/>perut hamil, kulit memerah,<br \/>bak pulkadot dalam merah jingga.<br \/>Tiada kata sudah,<br \/>memetik gitar kala jam berdentang,<br \/>menghias langit dengan ritme nan rupawan.<br \/>Itulah kita,<br \/>santri dan tinggi.<\/p>\n<h3 id=\"19-santri\">19. Santri<\/h3>\n<p>Oleh: Ilzha Nifadzatiz Zulfa, dkk<\/p>\n<p>Engkau bagaikan bintang,<br \/>yang menunggu hadirnya sang malam,<br \/>untuk menerangi seluruh alam<br \/>yang terjebak dalam kegelapan,<br \/>yang terjebak dalam perihnya kedzaliman,<br \/>yang terjebak dalam lembah kemaksiatan.<\/p>\n<p>Namun sinarnya sang bintang<br \/>bebas dari kegelapan.<br \/>Jeruji besi akan menjadi jeruji kesucian,<br \/>yang akan mencuci hati penuh dengan kotoran,<br \/>mengubah kedzaliman menjadi kebaikan,<br \/>mengubah kebodohan menjadi kealiman.<\/p>\n<p>Malam pun akan menjadi terang,<br \/>membawa menuju syurga<br \/>yang penuh dengan keindahan.<\/p>\n<h3 id=\"20-santri-pergi-ke-penjuru-dunia\">20. Santri Pergi ke Penjuru Dunia<\/h3>\n<p>Oleh: Jujun Junaedi<\/p>\n<p>Santri pergi ke penjuru dunia,<br \/>hanya untuk mencari cita-cita,<br \/>yang tinggi setinggi langit.<\/p>\n<p>Dari mulai kaki kanan melangkah,<br \/>janganlah memikirkan perkara<br \/>yang tidak penting.<\/p>\n<p>Pikirkanlah satu hal saja,<br \/>belajar, belajar, dan belajar.<br \/>Dan ingatlah tujuan dari rumahmu&#8230;<\/p>\n<p>Semangat!<\/p>\n<p><\/p>\n<p>        <strong>(inf\/kri)<\/strong><\/p><\/div>\n<p><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/awsimages.detik.net.id\/api\/wm\/2023\/01\/18\/ilustrasi-puisi_169.jpeg?wid=54&amp;w=1200&amp;v=1&amp;t=jpeg\"><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/www.detik.com\/hikmah\/khazanah\/d-8170236\/20-puisi-hari-santri-yang-penuh-semangat-dan-makna-perjuangan?single=1\">Sumber : www.detik.com <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jakarta &#8211; Hari Santri Nasional diperingati setiap 22 Oktober untuk mengenang perjuangan para santri yang ikut berperan dalam mempertahankan kemerdekaan dan menegakkan ajaran Islam di Indonesia. Peringatan ini juga menjadi pengingat agar semangat belajar dan keikhlasan santri tetap hidup di hati generasi muda. Dalam buku Puisi adalah Senjata karya Gagak Lumayung disebutkan bahwa penetapan Hari [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":227,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[39,239,238,241,240,86,236,237],"class_list":["post-226","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-hikmah","tag-hari-santri-nasional-2025","tag-jumatan","tag-mahalasari","tag-muroja","tag-nova-putri-diana-fajar-kidzib","tag-pesantren","tag-puisi-hari-santri-nasional","tag-tim-mediasantri"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/islam.jumatberkah.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/226","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/islam.jumatberkah.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/islam.jumatberkah.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/islam.jumatberkah.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/islam.jumatberkah.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=226"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/islam.jumatberkah.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/226\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/islam.jumatberkah.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/227"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/islam.jumatberkah.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=226"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/islam.jumatberkah.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=226"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/islam.jumatberkah.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=226"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}