{"id":5202,"date":"2025-11-28T09:58:32","date_gmt":"2025-11-28T09:58:32","guid":{"rendered":"https:\/\/mati.byethost6.com\/2025\/11\/28\/wisata-aek-sipitu-dai-pesona-air-7-rasa-pusuk-buhit-tempat-mandi-raja\/"},"modified":"2025-11-28T09:58:32","modified_gmt":"2025-11-28T09:58:32","slug":"wisata-aek-sipitu-dai-pesona-air-7-rasa-pusuk-buhit-tempat-mandi-raja","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/islam.jumatberkah.com\/?p=5202","title":{"rendered":"Wisata Aek Sipitu Dai, Pesona Air 7 Rasa Pusuk Buhit Tempat Mandi Raja"},"content":{"rendered":"<p><\/p>\n<div>\n<section id=\"section-detail-1\" class=\"multi-card show\" data-page=\"1\" data-page-title=\"Wisata Aek Sipitu Dai, Pesona Air 7 Rasa Pusuk Buhit Tempat Mandi Raja\" dtr-evt=\"detail multiple page\" dtr-sec=\"button selanjutnya\" dtr-act=\"button selanjutnya\" dtr-idx=\"1\" dtr-id=\"8050972\" dtr-ttl=\"Wisata Aek Sipitu Dai, Pesona Air 7 Rasa Pusuk Buhit Tempat Mandi Raja\">\n\t\t\t<strong>Jakarta<\/strong> &#8211;<br \/>\n\t\t\tAek Sipitu Dai adalah mata air sakral di Kecamatan Sianjur Mula Mula, Kabupaten Samosir, Sumatra Utara. Mata air berusia ribuan tahun ini dulu digunakan para raja untuk mandi sebelum semedi untuk mengambil keputusan, berharap diberi kesehatan, dan rizki untuk warga serta keturunannya.<\/p>\n<p>Hingga saat ini, mata air di kaki Pusuk Buhit ini masih terus mengeluarkan air meski lingkungan sekitar kering atau musim kemarau. Dengan airnya yang bersih dan bening, Aek Sipitu Dai memberi berkah pada lingkungan sekitar dan pengunjung yang datang.<\/p>\n<p>&#8220;Masyarakat percaya keajaiban dari tujuh pancuran mata air Aek Sipitu Dai. Jika mandi dengan hati yang bersih bisa meningkatkan semangat dan motivasi diri, serta menghilangkan penyakit yang tak bisa diobati secara medis,&#8221; tulis Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT) dalam situsnya mengutip keterangan pemandu Aek Sipitu Dai Pasogit Limbong.\t\t<\/p>\n<\/section>\n<section id=\"section-detail-2\" class=\"multi-card \" data-page=\"2\" data-page-title=\"1. Punya 7 rasa\" dtr-evt=\"detail multiple page\" dtr-sec=\"button selanjutnya\" dtr-act=\"button selanjutnya\" dtr-idx=\"2\" dtr-id=\"8050972\" dtr-ttl=\"Wisata Aek Sipitu Dai, Pesona Air 7 Rasa Pusuk Buhit Tempat Mandi Raja\">\n<h2 class=\"font-size-22\">1. Punya 7 rasa<\/h2>\n<table class=\"pic_artikel_sisip_table\" align=\"center\">\n<tbody>\n<tr>\n<td>\n<div class=\"pic_artikel_sisip\">\n<div class=\"pic\">\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t <img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/awsimages.detik.net.id\/community\/media\/visual\/2025\/08\/08\/aek-siputu-dai-1754627581876_169.png?w=700&amp;q=90\" alt=\"Pancuran dan batu berlubang untuk menumbuk kelapa dan jeruk nipis pada masa lalu di Aek Siputu Dai\" title=\"Aek Siputu Dai\" class=\"\" style=\"margin-inline:auto;max-width:100%;max-height:400px;height:auto;overflow:hidden;display:block;\"\/>\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<span><br \/>\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\tPancuran dan batu berlubang untuk menumbuk kelapa dan jeruk nipis pada masa lalu di Aek Sipitu Dai (dok. BOPDT)\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<\/span>\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<\/div>\n<\/p><\/div>\n<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p>\t\t\t\t\tAir di Aek Sipitu Dai sempat dicoba detikTravel yang ternyata memang punya rasa berbeda. Rasa air di mata air pertama cenderung agak asin, sementara yang kedua sedikit bersoda. Beranjak ke mata air ketiga, ada rasa sedikit pahit yang bikin alis berkerut saat mencicipi.<\/p>\n<p>Di mata air keempat rasanya agak bersoda mirip dengan mata air kedua dan keena,. Selanjutnya adalah mata air kelima yang tanpa rasa alias tawar, sedangkan mata air ketujuh rasanya pahit. Seluruh mata air diberi sekat karena kegunaannya sebagai pemandian sakral.\t\t\t\t<\/p>\n<\/section>\n<section id=\"section-detail-3\" class=\"multi-card \" data-page=\"3\" data-page-title=\"2. Tiap mata air punya nama dan khasiat\" dtr-evt=\"detail multiple page\" dtr-sec=\"button selanjutnya\" dtr-act=\"button selanjutnya\" dtr-idx=\"3\" dtr-id=\"8050972\" dtr-ttl=\"Wisata Aek Sipitu Dai, Pesona Air 7 Rasa Pusuk Buhit Tempat Mandi Raja\">\n<h2 class=\"font-size-22\">2. Tiap mata air punya nama dan khasiat<\/h2>\n<table class=\"pic_artikel_sisip_table\" align=\"center\">\n<tbody>\n<tr>\n<td>\n<div class=\"pic_artikel_sisip\">\n<div class=\"pic\">\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t <img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/awsimages.detik.net.id\/community\/media\/visual\/2025\/08\/08\/aek-siputu-dai-1754627165392_169.png?w=700&amp;q=90\" alt=\"Pancuran Pangulu Raja di Aek Siputu Dai\" title=\"Aek Siputu Dai\" class=\"\" style=\"margin-inline:auto;max-width:100%;max-height:400px;height:auto;overflow:hidden;display:block;\"\/>\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<span><br \/>\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\tPancuran Passur Pangulu Raja di Aek Sipitu Dai (dok. BOPDT)\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<\/span>\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<\/div>\n<\/p><\/div>\n<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p>Ketujuh nama mata air Aek Sipiti Dai serta khasiatnya adalah:<\/p>\n<ul>\n<li>Pancuran Poso-poso: pancuran untuk kesembuhan bayi yang kurang sehat<\/li>\n<li>Pancuran Nasohaguguan: pancuran untuk anak gadis yang belum mendapatkan jodh<\/li>\n<li>Pancuran Sait Ladang: pancuran untuk keluarga yang belum dikaruniai keturunan<\/li>\n<li>Pancuran Sibaso Bolon: pancuran untuk ibu hamil agar persalinan berjalan lancar<\/li>\n<li>Pancuran Passur Pangulu Raja: pancuran untuk pemimpin agar selalu ingat untuk mengayomi masyarakatnya<\/li>\n<li>Pancuran Passur guru Tatea Bulan: pancuran untuk keturunan Guru Tatea Bulan agar memperoleh kesehatan dan rezeki<\/li>\n<li>Pancuran Pasur Hela: untuk kelompok yang lahir dari marga Sumba untuk memohon banyak rezeki dan berkomunikasi dengan leluhur.<\/li>\n<\/ul>\n<\/section>\n<section id=\"section-detail-4\" class=\"multi-card \" data-page=\"4\" data-page-title=\"3. Air boleh dibawa pulang\" dtr-evt=\"detail multiple page\" dtr-sec=\"button selanjutnya\" dtr-act=\"button selanjutnya\" dtr-idx=\"4\" dtr-id=\"8050972\" dtr-ttl=\"Wisata Aek Sipitu Dai, Pesona Air 7 Rasa Pusuk Buhit Tempat Mandi Raja\">\n<h2 class=\"font-size-22\">3. Air boleh dibawa pulang<\/h2>\n<table class=\"pic_artikel_sisip_table\" align=\"center\">\n<tbody>\n<tr>\n<td>\n<div class=\"pic_artikel_sisip\">\n<div class=\"pic\">\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t <img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/awsimages.detik.net.id\/community\/media\/visual\/2021\/06\/29\/aek-sipitu-dai-5_169.jpeg?w=700&amp;q=90\" alt=\"Aek Sipitu Dai\" title=\"Aek Sipitu Dai\" class=\"\" style=\"margin-inline:auto;max-width:100%;max-height:400px;height:auto;overflow:hidden;display:block;\"\/>\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<span><br \/>\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\tAek Siputu Dai (dok. Bonauli\/detikcom)\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<\/span>\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<\/div>\n<\/p><\/div>\n<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p>\t\t\t\t\tPengunjung bebas membawa pulang air dari Aek Sipitu Dai sesuai keperluannya. Jika tidak membawa botol minum sendiri, pengunjung bisa membeli jeriken dari warung sekitar. Di warung tersedia jeriken plastik berkapasitas 5 liter dengan jarha Rp 10-15 ribu.<\/p>\n<p>Namun air jangan sampai dilangkahi atau diletakkan di lantai tanpa alas. Perlakuan ini dipercaya bisa mengurangi khasiat air. Sebaiknya air diambil dari 7 mata air dan dicampur saat hendak diminum. Air Aek Sipitu Dai kemudian dicampur air biasa dan dikonsumsi sehari-hari untuk menjaga kesehatan tubuh.\t\t\t\t<\/p>\n<\/section>\n<section id=\"section-detail-5\" class=\"multi-card \" data-page=\"5\" data-page-title=\"4. Boleh ziarah atau sekadar wisata\" dtr-evt=\"detail multiple page\" dtr-sec=\"button selanjutnya\" dtr-act=\"button selanjutnya\" dtr-idx=\"5\" dtr-id=\"8050972\" dtr-ttl=\"Wisata Aek Sipitu Dai, Pesona Air 7 Rasa Pusuk Buhit Tempat Mandi Raja\">\n<h2 class=\"font-size-22\">4. Boleh ziarah atau sekadar wisata<\/h2>\n<table class=\"pic_artikel_sisip_table\" align=\"center\">\n<tbody>\n<tr>\n<td>\n<div class=\"pic_artikel_sisip\">\n<div class=\"pic\">\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t <img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/awsimages.detik.net.id\/community\/media\/visual\/2021\/06\/29\/aek-sipitu-dai-2_169.jpeg?w=700&amp;q=90\" alt=\"Aek Sipitu Dai\" title=\"Aek Sipitu Dai\" class=\"\" style=\"margin-inline:auto;max-width:100%;max-height:400px;height:auto;overflow:hidden;display:block;\"\/>\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<span><br \/>\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\tAek Sipitu Dai (dok. Bonauli\/detikcom)\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<\/span>\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<\/div>\n<\/p><\/div>\n<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p>\t\t\t\t\tMenurut Pasogit, pengunjung bisa berwisata atau melakukan ziarah seperti para pendahulu. Namun wisatawan dan peziarah akan masuk lewat pintu berbeda. Wisatawan bisa masuk lewat pintu dan mata air yang mana saja.<\/p>\n<p>Sedangkan untuk peziarah masuk lewat gerbang inti yang letaknya di pancuran paling tinggi. Peziarah berdoa lebih dulu dengan membawa persembahan di gerbang terletak di pojok dalam. Mereka yang ziarah biasanya mengenakan ulos dan dipandu selama di pancuran.\t\t\t\t<\/p>\n<\/section>\n<section id=\"section-detail-6\" class=\"multi-card \" data-page=\"6\" data-page-title=\"5. Posisi 7 mata air\" dtr-evt=\"detail multiple page\" dtr-sec=\"button selanjutnya\" dtr-act=\"button selanjutnya\" dtr-idx=\"6\" dtr-id=\"8050972\" dtr-ttl=\"Wisata Aek Sipitu Dai, Pesona Air 7 Rasa Pusuk Buhit Tempat Mandi Raja\">\n<h2 class=\"font-size-22\">5. Posisi 7 mata air<\/h2>\n<table class=\"pic_artikel_sisip_table\" align=\"center\">\n<tbody>\n<tr>\n<td>\n<div class=\"pic_artikel_sisip\">\n<div class=\"pic\">\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t <img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/awsimages.detik.net.id\/community\/media\/visual\/2021\/06\/29\/aek-sipitu-dai-1_169.jpeg?w=700&amp;q=90\" alt=\"Aek Sipitu Dai\" title=\"Aek Sipitu Dai\" class=\"\" style=\"margin-inline:auto;max-width:100%;max-height:400px;height:auto;overflow:hidden;display:block;\"\/>\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<span><br \/>\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\tAek Siputu Dai (dok. Bonauli\/detikcom)\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<\/span>\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<\/div>\n<\/p><\/div>\n<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p>\t\t\t\t\tPosisi tujuh mata air di Aek Sipitu Dai berada di ruang laki-laki dan perempuan. Empat pancuran di ruang perempuan sementara sisanya di tempat khusus laki-laki. Namun pengunjung bisa melihat ketujuh sumur dengan mengucapkan permisi lebih dulu. Pengucapan izin adalah antisipasi jika ada yang sedang mandi.\t\t\t\t<\/section>\n<section id=\"section-detail-7\" class=\"multi-card \" data-page=\"7\" data-page-title=\"6. Aturan selama di Aek Sipitu Dai\" dtr-evt=\"detail multiple page\" dtr-sec=\"button selanjutnya\" dtr-act=\"button selanjutnya\" dtr-idx=\"7\" dtr-id=\"8050972\" dtr-ttl=\"Wisata Aek Sipitu Dai, Pesona Air 7 Rasa Pusuk Buhit Tempat Mandi Raja\">\n<h2 class=\"font-size-22\">6. Aturan selama di Aek Sipitu Dai<\/h2>\n<table class=\"pic_artikel_sisip_table\" align=\"center\">\n<tbody>\n<tr>\n<td>\n<div class=\"pic_artikel_sisip\">\n<div class=\"pic\">\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t <img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/awsimages.detik.net.id\/community\/media\/visual\/2018\/09\/09\/b405f9fc-284e-41d7-b438-7a810b2baeb8_169.jpeg?w=700&amp;q=90\" alt=\"Mata air 7 rasa di Samosir\" title=\"Aek Sipitu Dai\" class=\"\" style=\"margin-inline:auto;max-width:100%;max-height:400px;height:auto;overflow:hidden;display:block;\"\/>\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<span><br \/>\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\tAek Sipitu Dai (dok. Sumper EH Simanjuntak\/d&#8217;Traveler)\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<\/span>\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<\/div>\n<\/p><\/div>\n<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p>\t\t\t\t\tTidak ada aturan durasi bagi pengunjung selama berada di Aek Sipitu Dai. Namun, pengunjung wajib menjaga kebersihan dan tidak boleh mencuci. Semua sampah harus dibersihkan dan tidak meninggalkan jejak. Jeriken wajib dibeli sesuai kebutuhan dan dibawa pulang.\t\t\t\t<\/section>\n<div id=\"box-simplified\" class=\"mgb-24 custom-box-simplified\">\n<div>\n                <button type=\"button\" class=\"next-article custom-btn-simplified\" data-page-button=\"\"><br \/>\n                    <img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/awscdn.detik.net.id\/assets\/images\/loading.gif?v=202511281671\" height=\"16\" alt=\"Loading...\"\/><br \/>\n                <\/button>\n            <\/div>\n<p>\n                Halaman 2 dari 7            <\/p>\n<\/p><\/div>\n<div style=\"max-height: 0; opacity: 0; height: 0; width: 0; overflow: hidden;\">\n\t\t\t  \t  Air di Aek Sipitu Dai sempat dicoba detikTravel yang ternyata memang punya rasa berbeda. Rasa air di mata air pertama cenderung agak asin, sementara yang kedua sedikit bersoda. Beranjak ke mata air ketiga, ada rasa sedikit pahit yang bikin alis berkerut saat mencicipi.<\/p>\n<p>Di mata air keempat rasanya agak bersoda mirip dengan mata air kedua dan keena,. Selanjutnya adalah mata air kelima yang tanpa rasa alias tawar, sedangkan mata air ketujuh rasanya pahit. Seluruh mata air diberi sekat karena kegunaannya sebagai pemandian sakral.<\/p>\n<p>Ketujuh nama mata air Aek Sipiti Dai serta khasiatnya adalah:<\/p>\n<ul>\n<li>Pancuran Poso-poso: pancuran untuk kesembuhan bayi yang kurang sehat<\/li>\n<li>Pancuran Nasohaguguan: pancuran untuk anak gadis yang belum mendapatkan jodh<\/li>\n<li>Pancuran Sait Ladang: pancuran untuk keluarga yang belum dikaruniai keturunan<\/li>\n<li>Pancuran Sibaso Bolon: pancuran untuk ibu hamil agar persalinan berjalan lancar<\/li>\n<li>Pancuran Passur Pangulu Raja: pancuran untuk pemimpin agar selalu ingat untuk mengayomi masyarakatnya<\/li>\n<li>Pancuran Passur guru Tatea Bulan: pancuran untuk keturunan Guru Tatea Bulan agar memperoleh kesehatan dan rezeki<\/li>\n<li>Pancuran Pasur Hela: untuk kelompok yang lahir dari marga Sumba untuk memohon banyak rezeki dan berkomunikasi dengan leluhur.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Pengunjung bebas membawa pulang air dari Aek Sipitu Dai sesuai keperluannya. Jika tidak membawa botol minum sendiri, pengunjung bisa membeli jeriken dari warung sekitar. Di warung tersedia jeriken plastik berkapasitas 5 liter dengan jarha Rp 10-15 ribu.<\/p>\n<p>Namun air jangan sampai dilangkahi atau diletakkan di lantai tanpa alas. Perlakuan ini dipercaya bisa mengurangi khasiat air. Sebaiknya air diambil dari 7 mata air dan dicampur saat hendak diminum. Air Aek Sipitu Dai kemudian dicampur air biasa dan dikonsumsi sehari-hari untuk menjaga kesehatan tubuh.<\/p>\n<p>Menurut Pasogit, pengunjung bisa berwisata atau melakukan ziarah seperti para pendahulu. Namun wisatawan dan peziarah akan masuk lewat pintu berbeda. Wisatawan bisa masuk lewat pintu dan mata air yang mana saja.<\/p>\n<p>Sedangkan untuk peziarah masuk lewat gerbang inti yang letaknya di pancuran paling tinggi. Peziarah berdoa lebih dulu dengan membawa persembahan di gerbang terletak di pojok dalam. Mereka yang ziarah biasanya mengenakan ulos dan dipandu selama di pancuran.<\/p>\n<p>Posisi tujuh mata air di Aek Sipitu Dai berada di ruang laki-laki dan perempuan. Empat pancuran di ruang perempuan sementara sisanya di tempat khusus laki-laki. Namun pengunjung bisa melihat ketujuh sumur dengan mengucapkan permisi lebih dulu. Pengucapan izin adalah antisipasi jika ada yang sedang mandi.<\/p>\n<p>Tidak ada aturan durasi bagi pengunjung selama berada di Aek Sipitu Dai. Namun, pengunjung wajib menjaga kebersihan dan tidak boleh mencuci. Semua sampah harus dibersihkan dan tidak meninggalkan jejak. Jeriken wajib dibeli sesuai kebutuhan dan dibawa pulang.\t\t\t  <\/p>\n<\/div>\n<p>        <strong>(row\/fem)<\/strong><\/p>\n<p><strong>Simak Video &#8220;<span class=\"aevp_title\">Video: Pria Dianiaya hingga Tewas saat Tidur di Masjid Sibolga Sumut<\/span>&#8220;<\/strong><br \/><a id=\"aevp\" href=\"https:\/\/20.detik.com\/embed\/251103026\" aevp-params=\"\" class=\"embed video20detik\">[Gambas:Video 20detik]<\/a><\/p>\n<p>\t\t<!-- S:newstag --><br \/>\n<!-- E:newstag --><br \/>\n\t\t<!-- S:hiddenquiz --><!--MGID--><\/p>\n<p>\n<!--\n\n<div data-tf-live=\"01JZ7D1MPQ123A8P7E02WJ8FRF\"><\/div>\n\n--><br \/>\n<!-- --><br \/>\n<!-- S:Revive --><br \/>\n<!-- \n\n<div data-tf-live=\"01KAT0APJ30STRMVJV8XW3DWRV\"><\/div>\n\n --><\/p>\n<p><!-- E:Revive --><!-- E:hiddenquiz -->\n\t<\/div>\n<p><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/awsimages.detik.net.id\/api\/wm\/2021\/06\/29\/aek-sipitu-dai_169.jpeg?wid=54&amp;w=1200&amp;v=1&amp;t=jpeg\"><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/travel.detik.com\/domestic-destination\/d-8050972\/wisata-aek-sipitu-dai-pesona-air-7-rasa-pusuk-buhit-tempat-mandi-raja?single=1\">Sumber : travel.detik.com <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jakarta &#8211; Aek Sipitu Dai adalah mata air sakral di Kecamatan Sianjur Mula Mula, Kabupaten Samosir, Sumatra Utara. Mata air berusia ribuan tahun ini dulu digunakan para raja untuk mandi sebelum semedi untuk mengambil keputusan, berharap diberi kesehatan, dan rizki untuk warga serta keturunannya. Hingga saat ini, mata air di kaki Pusuk Buhit ini masih [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[56622],"tags":[59096,59097,27086,199,59098,59099,59100,59101,453,59102,8860,59103,1356,57201,59104,59105,456,31190,59106,59107,115,59108,59109,59110,15903,3973,59111,35226,59112],"class_list":["post-5202","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-domestik","tag-aek-sipitu-dai","tag-badan-pelaksana-otorita-danau-toba","tag-bening","tag-berkah","tag-bpodt","tag-kabupaten-samosir","tag-kaki-pusuk-buhit","tag-kecamatan-sianjur-mula-mula","tag-kesehatan","tag-keterangan-pemandu-aek-sipitu-dai-pasogit-limbong","tag-liburan","tag-mandi-raja","tag-masyarakat","tag-mata-air","tag-pancuran-mata","tag-pancuran-mata-air-aek-sipitu-dai","tag-penyakit","tag-pesona","tag-pesona-air-7-rasa-pusuk-buhit","tag-pusuk","tag-semangat","tag-sianjur","tag-sipitu-dai","tag-sipitu-dai-pasogit-limbong","tag-situsnya","tag-sumatra-utara","tag-tempat-mandi-raja","tag-wisata","tag-wisata-aek-sipitu-dai"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/islam.jumatberkah.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5202","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/islam.jumatberkah.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/islam.jumatberkah.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/islam.jumatberkah.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/islam.jumatberkah.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=5202"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/islam.jumatberkah.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5202\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/islam.jumatberkah.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=5202"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/islam.jumatberkah.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=5202"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/islam.jumatberkah.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=5202"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}